Ia menyampaikan, tantangan selanjutnya yang harus diatasi oleh Jeje adalah menyelesaikan persoalan di Bandung Barat yang bersifat mengakar. Seperti macet, inflasi hingga penanganan bencana. Mengingat geografis Kabupaten Bandung Barat masuk dalam kategori wilayah rentan bencana alam.
“Tantangan berikutnya bagaimana Jeje bisa konsolidasi dengan seluruh elite politik, dengan legislatif. Saya melihat komunikasi politik Jeje perlu ada perbaikan. Komunikasi politik ini harusnya menjadi kekuatan sendiri bagi pemimpin untuk merealisasikan program atau keinginannya,” katanya.
Ia menegaskan sebagai pemimpin baru, Jeje harus menunjukkan sikapnya yang dekat dan merangkul warganya. Hal ini akan membantunya memahami kultur budaya dan sosial politik yang ada di KBB, sehingga bisa dengan mudah berkomunikasi dan menyampaikan apa yang terjadi dengan kepentingan masyarakat banyak.
Baca Juga:Lanjutan Penyidikan Korupsi Dana CSR BI, KPK Periksa Lima Orang Ini!Realisasi Investasi Jabar 2024 Tembus Rp251,1 Triliun, Ini Kota Kabupaten Teratas
“Pasca pelantikan dalam 100 hari harus berani turun ke bawah dan banyak mendengarkan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat KBB. Jadi tidak bisa hanya mengandalkan organisasi perangkat daerah (OPD) atau pihak lain untuk menyentuh ke masyarakat. Kalau seperti itu saya yakin Jeje akan banyak mis komunikasi,” tandasnya. (Wit)
