Diungkapkan Vini, salah satu pencegahannya, upaya yang dilaksanakan adalah dengan vaksinasi terhadap kanker serviks pada anak usia 5 dan 6 tahun.
Oleh sebab itu, menurutnya, perngatan Hari Kanker Sedunia menjadi momen yang perlu dilakukan, guna memperingati kepada masyarakat termasuk di dalam memakan-makanam atau megkonsumsi, atau apapun yang bisa menyebankan terjadinya sakit kanker.
“Mengingatkan kepada masyarakat, kanker itu tidak hancur dunia, tidak langsung selesai begitu,” ungkap Vini.
Baca Juga:Aktor Preman Pensiun ‘Kang Gobang’ Tutup Usia, Ngatiyana Kenang Perjalanan Bersama saat PilkadaPemeliharaan Masjid Al Jabbar: Anggaran Petugas Keamanan dan Kebersihan Paling Besar
Dia memaparkan, penyakit kanker itu bisa dicegah, dapat diobati. Adapun upaya yang dilakukan sebagai langkah pencegahan, RSUD Al Ihsan melaksanakan webinar.
Webinar yang dilakukan tersebut, sebagai bentuk sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai penyakit kanker, termasuk tentang pengobatannya.
“Pengobatannya salah satunya Alhamdulillah RSUD Al Ihsan dalam hal ini, mengembangkan layanan untuk memecahkan atau memberikan solusi kepada pasien pasien,” papar Vini.
“Terutama yang ada di RSUD Al Insan atau rumah sakit lain yang mengantre, dalam hal pengobatan kemoterapi,” tambahnya.
Vini menuturkan, penyakit kanker perlu jadi perhatian bersama, sebab kanker tercatat ke dalam 10 layanan unggulan.
Hal itu karena penyakit kanker menyebabkan kematian tertinggi, kesakitan tertinggi dan pembiayaan tertinggi.
“Dari segi pembiayaan saja ranking 3 setelah jantung dan stroke, termasuk (kanker) menjadi (faktor) kematian dan penyakit tertinggi. Makanya kenapa harus terus kita sosialisasi,” tuturnya.
Baca Juga:Sambangi Mako Satpol-PP, Komisi I DPRD Kota Bogor Bahas Isu Penegakan PerdaJelang Penyerapan Gabah Beras, Bulog Bandung Sudah Siapkan Posko
Vini menanggapi, terkait peningkatan layanan kemoterapi di RSUD Al Ihsan, menurutnya merupakan langkah positif guna memaksimalkan pengobatan pasien kanker.
“Alhamdulillah saya bersyukur kepada Allah, karena RSUD Al Ihsan senantiasa untuk berinovasi, yang pintu utamanya memberikan kenyamanan, yang ujungnya adalah kesembuhan untuk pasien dan kesejahteraan untuk masyarakat,” imbuhnya.
Jadi dengan pengembangan layanan ini, lanjut Vini, rasanya tidak semua rumah sakit memiliki kelengkapan ruang kemoterapi.
“Karena mohon maaf, ketika orang kena sakit kanker itu rasanya hidup seperti sudah mau selesai, tapi Alhamdulillah dengan memberikan kenyamanan ini, memberikan sugesti kepada pasien dapat mempercepat penyembuhan,” pungkasya. (Bas)
