Lampaui HET, Harga MinyaKita di Bandung Barat Tembus Rp18 Ribu!

Minyak goreng subsidi pemerintah atau MinyaKita di Bandung Barat dijual di atas HET. Kamis (7/2). Dok Jabar Ekspres/wit
Minyak goreng subsidi pemerintah atau MinyaKita di Bandung Barat dijual di atas HET. Kamis (7/2). Dok Jabar Ekspres/wit
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menjelang bulan Ramadhan 1446 H, harga minyak goreng bersubsidi atau MinyaKita terpantau naik melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter.

Berdasarkan pantauan di Pasar Tagog Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), minyak goreng subsidi itu dibanderol Rp17.000 per liter.

Salah satu pedagang sembako di Pasar Tagog Padalarang, U. Koswara (69), mengatakan sudah hampir dua bulan harga MinyaKita melambung tinggi melebihi harga eceran tertinggi.

Baca Juga:Madrid Gigit Jari, Alphonso Pilih Bertahan di MunichGugur di MK, Hengky Kurniawan Gagal jadi Bupati Bandung Barat

Karena itu, para pedagang sembako baik di pasar maupun toko kelontong terpaksa harus mengikuti harga yang disesuaikan dari agen. “Kalo dari agen mahal, pasti kita juga naikin harganya. Paling ngambil untung dikit, karena dari sananya udah mahal,” katanya.

Ia menambahkan, salah satu penyebab mahalnya harga MinyaKita karena menggunakan aturan sistem kawin dengan minyak goreng lain.

Minyak goreng selama ini telah menjadi kebutuhan utama Nurlia. Saban hari, dirinya selalu menggunakan MinyaKita untuk berjualan aneka gorengan seperti sosis, cireng isi, dan bala-bala di pelataran kontrakannya.

0 Komentar