JABAR EKSPRES – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar ikut pangkas anggaran perjalanan dinas luar negeri. Itu bagian dari efisiensi anggaran.
Hal tersebut diungkapkan Penjabat (Pj) Gubernur Jabar Bey Triadi Machmudin, Selasa (4/2). Ia menuturkan, pihaknya masih menghitung detail efisiensi anggaran yang bakal dilakukan. “Belum final, namun kelihatanya sampai Rp 4 triliun,” katanya.
Bey melanjutkan, ada beberapa pos anggaran yang bakal diefisienkan. Hal tersebut juga mengacu pada intruksi presiden. “Yang pasti perjalanan dinas,” jelasnya.
Baca Juga:Polemik Penjualan Gas Usai, Warung Kelontong Akan Jadi Sub-Pangkalan, Minta Jangan Ada Syarat yang Bikin SusahPemprov Jabar Kirim 14 Pekerja Migran Indonesia ke Korea Selatan
Menurut Bey, pihaknya juga bakal mengurangi porsi anggaran perjalanan dinas ke luar negeri sebagai mana yang dilakukan DPRD Jabar. “Kami akan mengurangi dengan secara signifikan, tapi tidak sampai nol,” sebutnya.
Anggaran perjalanan dinas bakal diseleksi lebih ketat. Dipertimbangkan tingkat urgensitasnya. Misalnya jika ada kegiatan yang masih bisa dilakukan di dalam negeri atau metode virtual maka perjalanan ke luar negeri tidak diperlukan.
“Jadi dipilah yang betul-betul perlu sekali. Kalaupun berangkat ya satu orang atau dua orang cukup,” imbuhnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono turut merespon rencana efisiensi anggaran yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar. Para wakil rakyat telah memangkas anggaran perjalanan dinas ke luar negeri.
Ono menuturkan, langkah pemangkassan anggaran perjalanan dinas ke luar negeri itu telah dilakukan sebelum ada intruksi presiden mengenai efisiensi anggaran. “Kami sudah memangkas anggaran ke luar negeri. Kami hilangkan itu,” jelasnya.
Politikus PDI Perjuangan itu melanjutkan, pimpinan DPRD bersepakat bahwa kegiatan wakil rakyat di arahkan ke program yang lebih berinteraksi langsung ke masyarakat. “Seperti dialog atau audiensi seperti ini,” jelasnya.(son)
