Menurutnya, sejak kebijakan itu diberlakukan, pangkalan resmi sudah tidak boleh lagi menyuplai atau mengirim gas ke toko kelontong maupun warung pengecer.
“Jadi warga harus membeli tabung gas 3 kg di pangkalan menggunakan KTP agar tepat sasaran,” katanya.
Ia menambahkan, sejak pagi ini, warga membludak memenuhi pangkalan miliknya hanya untuk membeli gas 3 kilogram.
Baca Juga:LPG 3 Kg Langka di Kabupaten Bogor, Emak-emak Susah MasakPersib Dijatuhi Sanksi Denda Rp75 Juta Buntut Bobotoh Hadir di Laga Tandang
Namun demikian, setiap orang hanya diperbolehkan membeli satu tabung gas LPG 3 kilogram supaya bisa merata. Membludaknya pembelian mengakibatkan stok gas di pangkalan ludes dalam waktu setengah hari.
“Betul sejak pagi sudah antre. Ada yang bawa 2 sampai 3 tabung. Tapi kita hanya layani satu orang satu tabung. Saking banyaknya pembeli, pukul 11:00 WIB sekarang stok 90 tabung sudah habis,” katanya.
Karena ludes, Syarif dengan berat hati menyetop antrean warga untuk membeli gas.
“Saya sarankan masyarakat untuk datang kembali besok saat pasokan gas telah tiba. Tapi soal kedatangan pasokan gas itu ditentukan oleh SPBE,” tandasnya. (Wit)
