“Sungguh opsi ini merupakan ancaman terselubung dan pilihan yang timpang bagi sekolah swasta,” ujarnya.
Perlu diketahui, biaya BPMU di Jawa Barat per siswa mengalami penurunan. Dari yang semula pada 2022 sebesar Rp700 ribu per siswa untuk per tahun, kini berubah menjadi Rp600 ribu per siswa pada 2023 dan 2024 lalu.
Mencari Solusi yang Berkeadilan
Legislator dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menjelaskan, menurutnya persoalan yang tengah ramai diperbincangkan ini bukan berarti harus diabaikan.
Baca Juga:Pengecer di Bandung Barat Mengaku Belum Tahu Soal Larangan Jual Gas 3 KgLPG 3 Kg Langka di Kabupaten Bogor, Emak-emak Susah Masak
Maulana menilai, ada solusi yang lebih bijak daripada terjebak dalam jebakan populisme. Misalnya, menaikan biaya Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) per siswa, khususnya untuk sekolah swasta yang sangat bergantung pada dukungan tersebut dalam menjalankan operasionalnya.
Selain itu, pemerintah bisa memperkuat skema beasiswa, dengan memperbanyak kuotanya untuk mereka yang berprestasi maupun yang kurang mampu.
Kemudian, institusi pendidikan juga perlu diberi ruang untuk menerapkan kebijakan fleksibel, seperti cicilan ringan tanpa menghapus total kewajiban.
“Dengan demikian, prinsip keadilan tetap terjaga, dan pendidikan tetap berjalan sebagai sistem yang sehat dan berdaya saing,” jelasnya.
Ikhtitam
Maulana memaparkan, pembebasan ijazah yang lahir dari semangat populis tanpa analisis mendalam hanya akan menjadi solusi semu.
Lebih dari itu, kebijakan semacam ini mengancam tatanan sosial dengan membuka ruang bagi anarkisme dalam pengambilan keputusan publik.
“Pendidikan adalah fondasi masa depan bangsa yang harus dibangun dengan prinsip keadilan, tanggung jawab, dan keberlanjutan,” paparnya.
Baca Juga:Persib Dijatuhi Sanksi Denda Rp75 Juta Buntut Bobotoh Hadir di Laga TandangSopir Kurang Konsentrasi, Sebuah Mini Bus Plat Merah Terguling di Sukabumi
“Maka, mari berhenti mengejar popularitas kebijakan. Saatnya kita berpikir jernih untuk masa depan pendidikan yang lebih baik,” pungkas Maulana. (Bas)
