Sejak surat edaran Disdik Jabar diterima, Irfani mengaku, banyak orangtua lulusan yang mendatangi SMA Bina Muda untuk membawa ijazah yang masih tersimpan.
Dia memaparkan, sampai saat ini SMA Bina Muda tetap tak akan memberikan ijazah, apabila tidak ada kejelasan dan komitmen dengan orangtua lulusan, mengenai penyelesaian pembayaran yang masih menunggak.
Menurut Irfani, pihak sekolah masih menyimpan ijazah karena kebanyakan orangtua lulusan, enggan diajak berkomunikasi secara langsung untuk diskusi dan berkomitmen terkait penyelesaian pembayaran.
Baca Juga:Komitmen Jaga Lingkungan, PLN IP Tanam 65 Ribu Pohon di Tepian Waduk SagulingTPST Tegallega: Dari Sampah Kota Menjadi Energi Ramah Lingkungan
“Mereka yang datang kemarin kita berikan edukasi dan sosialisasi, alhamdulillah para orangtua paham dan mengerti, sehingga bersedia berkomitmen untuk melunasi pembayaran yang belum selesai,” paparnya.
Diketahui, sekolah swasta berbeda dengan negeri yang memiliki dukungan anggaran lebih kuat, sehingga dari segi biaya operasional kegiatan belajar mengajar (KBM) pun tentu tidak bisa diamapak.
Irfani menyampaikan, bagi para orangtua lulusan yang ingin membawa ijazah, SMA Bina Muda sangat menantikan dengan catatan untuk datang ke sekolah, agar bisa berkomunikasi secara langsung.
“Bina Muda berpikir jika pendidikan adalah kewajiban semua anak, hak terkait KBM kita penuhi tanpa dibeda-bedakan. Terkait ijazah ini, terkadang orangtua yang lupa terhadap kewajibannya, sehingga hak sekolah jadi belum terpenuhi,” pungkasnya. (Bas)
