Diduga Ada Penipuan Program MBG, Dewan Panggil Dinas Ciamis

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaksanakan di salah satu sekolah dasar di Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis Jawa Barat belum lama ini. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaksanakan di salah satu sekolah dasar di Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis Jawa Barat belum lama ini. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kini tengah menjadi perhatian publik serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Program ini diduga terlibat dalam praktik penipuan yang menyasar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta menunjukkan kurangnya koordinasi antara Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam pelaksanaannya. Isu yang berkembang ini menarik perhatian serius, terutama terkait dengan siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas pelaksanaan program tersebut.

Sebagai respons terhadap permasalahan ini, Komisi B DPRD Kabupaten Ciamis berencana untuk mengadakan rapat kerja dengan berbagai SKPD yang terkait pada hari Jumat, 31 Januari 2025. Ketua Komisi B, H Awan Setiawan, menyatakan bahwa tujuan dari rapat kerja ini adalah untuk mengungkap informasi mengenai mekanisme dan peran masing-masing SKPD dalam program makan bergizi gratis untuk siswa di Kabupaten Ciamis.

Awan menjelaskan bahwa rapat ini diadakan setelah terungkap bahwa banyak SKPD yang tidak menyadari peran mereka dalam pelaksanaan program tersebut. “Ketika saya menghubungi DKUKMP, mereka tidak mengetahui, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan juga tidak tahu, begitu pula Dinas Kesehatan. Lantas, program makan bergizi gratis ini milik siapa? Jika SKPD tidak diberitahu dan tidak dilibatkan,” ujarnya.

Baca Juga:Ajukan Dana Pelebaran Jalan di Ruas Cijamil-Cisarua, DPRD KBB: untuk Mobilitas Anggota LegislatifKabar Baik untuk Para Pencaker, Pemkot Bandung Bakal Kembali Gelar Job Fair di Tahun 2025!

Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai siapa yang sebenarnya bertanggung jawab atas program tersebut, terutama jika muncul masalah seperti makanan yang menyebabkan siswa sakit atau adanya dugaan penipuan terhadap UMKM.

Salah satu isu yang mencuat adalah dugaan penipuan terhadap UMKM yang diminta membayar sejumlah uang agar dapat berpartisipasi dalam program makan bergizi gratis. Beberapa pelaku UMKM di Ciamis mengaku diminta membayar hingga Rp11 juta kepada sebuah paguyuban yang mengklaim dapat menjalankan program MBG.

0 Komentar