Itulah waktu shalat yang diwajibkan atas Nabi, sebagaimana dalam firman-Nya, “Berdirilah shalat di malam hari.” (QS. Al-Muzammil: 2) (as-Suyuthi, al-Khasha-is an-Nabawiyah al-Kubra, hal. 391-392)
Abu Muhammad bin Abi Hamzah mengatakan,
“Hikmah perjalanan isra menuju Baitul Maqdis sebelum naik ke langit adalah untuk menampakkan kebenaran terjadinya peristiwa ini dan membantah orang-orang yang ingin mendustakannya. Apabila perjalanan isra dari Mekah langsung menuju langit, maka sulit dilakukan penjelasan dan pembuktian kepada orang-orang yang mengingkari peristiwa ini.
Ketika dikatakan bahwa Nabi Muhammad memulai perjalanan isra‘ ke Baitul Maqdis, orang-orang yang hendak mengingkari pun bertanya tentang ciri-ciri Baitul Maqdis sebagaimana yang pernah mereka lihat, dan mereka pun tahu bahwa Nabi Muhammad belum pernah melihatnya.
Baca Juga:10 Aplikasi Penghasil Uang Terindikasi Ponzi yang Rilis 2025Cair Rp225.000 Saldo DANA Gratis Cukup Daftarkan KTP
Saat Rasulullah mengabarkan ciri-cirinya, mereka sadar bahwa peristiwa isra‘ di malam itu benar-benar terjadi. Kalau mereka membenarkan apa yang beliau katakan tentang isra‘ konsekuensinya mereka juga harus membenarkan kabar-kabar yang datang sebelumnya (risalah kenabian). Peristiwa itu menambah iman orang-orang yang beriman dan membuat orang-orang yang celaka bertambah keras bantahannya. (Ibnu Hajar, Fathul Bari, 7: 200-201)
Itulah sekilas hikmah yang bisa kita ambil dari perjalanan suci Nabi Muhammad saat momen Isra Miraj.
