Jalur Wisata Ciwidey Padat saat Libur Isra Mi’raj dan Imlek, Polisi Antisipasi Kemacetan

Arus lalu lintas di jalut wisata Ciwidey tepatnya di Jalan Raya Sadu-Soreang, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung mengalami kepadatan kendaraan pada Senin (21/1). Foto Agi
Arus lalu lintas di jalut wisata Ciwidey tepatnya di Jalan Raya Sadu-Soreang, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung mengalami kepadatan kendaraan pada Senin (21/1). Foto Agi
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Arus lalu lintas di jalur wisata Ciwidey, tepatnya di Jalan Raya Sadu-Soreang, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, mengalami kepadatan pada Senin (21/1). Kepadatan ini didominasi oleh kendaraan roda empat dan roda dua yang berasal dari wilayah Jakarta, Bandung, dan sekitarnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa banyak pengendara melintas ke kawasan Ciwidey melalui jalur Sadu-Soreang, dengan panjang kemacetan diperkirakan mencapai lima kilometer.

Aldi menambahkan, selama libur panjang ini, pihaknya memperkirakan jumlah kendaraan akan meningkat hingga 30 persen. Meski demikian, ia mencatat adanya penurunan jumlah kendaraan pada hari itu dibandingkan akhir pekan sebelumnya.

Baca Juga:Barcelona Hancurkan Valencia 7-1, Lopez Bintang Kemenangan Besar di Camp NouAlun-Alun Kota Bandung: Destinasi Ikonik yang Selalu Ramai Pengunjung

“Hari ini meskipun diperkirakan masih akan ada banyak kendaraan, laporan menunjukkan penurunan dibandingkan kemarin,” jelasnya.

Menurut Aldi, sebagian besar kendaraan yang melintasi jalur Ciwidey dan Pangalengan berasal dari masyarakat lokal yang pulang-pergi, sementara pengunjung yang menginap lebih banyak berasal dari Jakarta. “Kebanyakan pengunjung yang menginap berasal dari Jakarta, dan mereka cenderung kembali ke Bandung pada sore hari,” tambahnya.

Untuk mengatasi kemacetan, polisi juga menerapkan sistem one way sepenggal. Sejak awal liburan akhir pekan, polisi telah melakukan lima kali penerapan one way di jalur-jalur padat, seperti di Ciwidey dan Pangalengan, guna mengurai kemacetan.

“Pada hari pertama weekend, kami menerapkan one way sebanyak lima kali. Jika jalur di bawah padat, kami tahan kendaraan dari bawah, sementara kendaraan dari atas diperbolehkan turun. Sebaliknya, jika jalur di atas padat, kendaraan dari bawah kami tahan dan tarik ke atas,” jelas Aldi.

0 Komentar