JABAR EKSPRES – Risiko kredit perbankan terus membaik, per Desember 2024 tumbuh sebesar 10,39 persen secara year on year (yoy), sedangkan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh sebesar 4,48 persen secara yoy.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat bahwa kinerja perbankan terjaga positif yang didukung juga risiko kredit membaik, ketahanan permodalan relatif stabil, dan likuiditas yang masih relative memadai.
Ketahanan pemodalan ini akan tetap solid dan kuat sebagai buffer peningkatan risiko di sisi pasar dan kredit.
Baca Juga:Demi Menjaga Stabilitas Fiskal, Presiden Prabowo Intruksikan Efisiensi Anggaran Rp306 TriliunSambut Libur Panjang, KCIC Siapkan 173 Ribu Tempat Duduk
“Jadi kondisi likuiditas dari indikator itu masih amat aman,”ujar Purbaya.
Selain itu, ia juga mencatat meningkatnya kinerja intermediasi juga diikuti dengan perbaikan aspek pengelolaan kualitas kredit yang tercermin dari rasino Non-Performing Loan (NPL) dan Loan at Risk (LAR).
“Tren penurunan diperkirakan akan terus berlanjut menyusul pemangkasan suku bunga kebijakan BI-Rate,” katanya.
