Deni mengungkapkan, efesiensi dilakukan untuk mengurangi pemborosan penggunaan anggaran non prioritas.
‘’Inpres betujuan untuk mempersiapkan APBN sebagai alat pemerintah untuk mewaspadai berbagai tantangan ke depan yang tidak menentu,’’ ujarnya.
Kendati begitu, deni tidak menjelaaaskan lebih rinci mengenai risiko apa yang harus dihadapi sehingga harus menghemat anggaran belanja.
Baca Juga:Perusahaan Startup eFishery Diduga Manipulasi Laporan KeuanganOJK Tegaskan Perusahaan Pinjol Nagih Utang Harus Pake Aturan!
Akan tetapi, lanjut Deni tujuan utama penghematan anggara ini untuk mendukung program peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Beberapa program untuk kesejateraan masyarakat itu di anataranya memberikan subsidi dan perlindungan sosial.
‘’Ini dalam rangka upaya lebih tepat sasaran dan berkeadilan,’’ cetus Deni. (yan)
