JABAR EKSPRES – Setelah resmi menjabat sebagai Pejabat (Pj) Wali Kota Cimahi menggantikan Dicky Saromi, Benny Bachtiar menerima amanat dari Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin.
Benny ditugaskan untuk menyelesaikan dua permasalahan utama di Cimahi, yakni sampah dan kemacetan, dalam waktu yang sangat terbatas.
“Paling cepat dua minggu, paling lama satu bulan setengah kalau pelantikan Wali Kota diundur sampai Maret,” kata Benny saat ditemui di Aula A Pemkot Cimahi, Senin (20/1/2025).
Baca Juga:Dinas ESDM Jabar Sudah Tindak Lanjuti 176 Tambang Ilegal di Jabar, Ini Sebarannya!TPST Kamisama Nunggak Retribusi Sampah ke Pemkot Banjar, Alhasil Sampah Meluber
Benny menegaskan, fokus utamanya adalah persoalan sampah, terutama karena adanya pembatasan ritase di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti.
Ia merujuk pada keberhasilan program Bank Sampah Induk (BSI) di Pangandaran yang mampu mengurangi sampah hingga 70 persen.
“Ini yang paling memungkinkan adalah bagaimana sampah itu habis di tempat. Sampah bisa diolah menjadi empat komoditas yang bernilai ekonomis, sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk membuka lapangan pekerjaan,” jelas Benny.
Terkait kemacetan, Benny mengungkapkan bahwa kondisi lalu lintas di Cimahi saat ini cukup memprihatinkan.
“Empat tahun setengah saya meninggalkan Cimahi, sekarang macetnya luar biasa,” ujarnya.
Ia berharap kehadiran transportasi umum seperti Metro Pasundan dapat mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
“Tugas saya salah satunya adalah mensosialisasikan Metro Pasundan di Cimahi, agar masyarakat mulai beralih ke transportasi umum,” lanjut Benny.
Baca Juga:MES Kota Banjar Tukar Gagasan dengan Wali Kota TerpilihPuluhan Remaja Dihukum Push Up oleh Mapolres Banjar Gara-Gara Pesta Miras
Benny juga menekankan pentingnya masa peralihan yang berjalan mulus atau soft landing bagi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi terpilih.
Ia berencana berdiskusi dengan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi terpilih untuk menyelaraskan program kerja sehingga mereka dapat langsung bekerja efektif setelah pelantikan.
“Harapannya, ketika mereka dilantik, sudah bisa langsung running tanpa harus meraba-raba lagi,” tandas Benny. (Mong)
