Antara Ambisi Wisata dan Realita Kemiskinan di Kota Banjar

BBWS Citanduy, Pemkot Banjar, Kapolres Banjar, Dandim 0613/Ciamis, Kapolres Pangandaran, Dandim 0612/Tasikmalaya, serta pejabat struktural BBWS Citanduy dan komunitas peduli sungai di wilayah Sungai Citanduy menggelar susur Sungai sepanjang 5 kilometer di Sungau Citanduy dalam peringatan Hari Sungai Nasional tahun 2024. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
BBWS Citanduy, Pemkot Banjar, Kapolres Banjar, Dandim 0613/Ciamis, Kapolres Pangandaran, Dandim 0612/Tasikmalaya, serta pejabat struktural BBWS Citanduy dan komunitas peduli sungai di wilayah Sungai Citanduy menggelar susur Sungai sepanjang 5 kilometer di Sungau Citanduy dalam peringatan Hari Sungai Nasional tahun 2024. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Rencana besar Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjar terpilih, Sudarsono dan Supriana, untuk menjadikan Sungai Citanduy sebagai destinasi wisata air bernama Citanduy Waterway menuai beragam tanggapan kritis.

Meski terlihat menjanjikan, berbagai pihak menilai pemerintah belum memprioritaskan isu-isu mendesak seperti kemiskinan, pendidikan, dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Rendahnya tingkat pendidikan di Kota Banjar menjadi penghambat utama dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Meski isu ini sempat disinggung dalam debat calon wali kota, langkah konkret untuk mengatasinya belum terlihat jelas.

Baca Juga:Puncak Kini Lebih Tertata, Pemkab Bogor Kenalkan Wisata Baru yang MenarikPj Bupati Ciamis Tekankan Peran Pemuda dalam Pertanian Berkelanjutan

“Pendidikan adalah pondasi utama untuk membangun masyarakat yang mandiri dan produktif, jika pendidikan tidak ditingkatkan bagaimana mungkin masyarakat bisa berkontribusi pada pembangunan kota?” tegas Yoyo.

Selain itu, kritik juga muncul terkait pengelolaan sektor pariwisata di Banjar. Meski sudah ada sejumlah tempat wisata dengan anggaran besar, pengelolaan yang kurang baik membuat dampaknya terhadap ekonomi lokal minim.

0 Komentar