Pengelola Pasar Induk Caringin Urai Masalah Sampah Sejak Dulu

Ilustrasi: Seorang pekerja sedang mengoperasikan mesin pres untuk pengolahan sampah di Pasar Induk Caringin, Kota Bandung, Kamis (16/1). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Ilustrasi: Seorang pekerja sedang mengoperasikan mesin pres untuk pengolahan sampah di Pasar Induk Caringin, Kota Bandung, Kamis (16/1). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

Kekhawatiran muncul apabila penggunaan lahan belum juga diberi izin. Timbunan atau fenomena ‘gurun sampah’ bisa saja Kembali terulang. Dia menuturkan memang ada lahan milik pemprov di sekitar wilayah pasar, statusnya bebas dan sejak 2023 lahan tersebut tidak ada yang menyewa.

Lantas harapan pengelola adalah itu. Menurutnya ada janji dari Pemprov Jabar pada kunjungan Oktober 2023 lalu yang bakal membantu hal tersebut. “Kami pegang janji. Cuman ya permudah dan mesti dikawal proses izinnya. Kami akan serius dan optimis. Percepatan saya rasa di perizinan dan penggunaan lahan. Agar teknologi kami cepat masuk,” jelas Yudi.

Adapun saat ini kan pihaknya hanya diberi tambahan dua kuota. Semula dari tiga menjadi lima. Kalau lima per hari, 14 hari kerja berarti hanya bisa mencapai 70-an truk.“Nah kita manfaatkan ini bagaimana caranya secara dimensi kami bisa optimal. Maka kami press sebagian. Lalu ini juga sudah ada sampah mati. Lalu menjadi semi tanah. Sebagian kami gali dan pendam,” tandasnya.

0 Komentar