JABAR EKSPRES – Hak dan kesejahteraan Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas), hingga saat ini masih belum diperhatikan secara maksimal, termasuk di wilayah Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat.
Di saat para Ketua RT/RW bahkan guru ngaji mendapatkan insentif, sosok garda terdepan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat alias Linmas, justru masih belum diprioritaskan, seakan diabaikan pemerintah.
Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Linmas Kecamatan Cimanggung, Didin Wahyudin mengatakan, perlu ada gebrakan terkait kepedulian pemerintah terhadap hak dan kesejahteraan pasukan garda terdepan tersebut.
Baca Juga:HMPV Menghantui Masyarakat, Dinkes Bogor Sebut Perlu Pemeriksaan LabPMK Landa Ternak di Kabupaten Bandung, 1.050 Ekor Terinfeksi, 48 Mati
“Keberhasilan pemberian insentif sangat diharapkan dan tentunya bermanfaat bagi para Linmas,” terangnya.
Menurut Didin, pemberian insentif bagi Linmas akan lebih baik apabila dianggarkan melalui dana desa masing-masing wilayah.
“Lebih bagus jika desa bisa menganggarkan sendiri insentif untuk Linmas. Ini tentu akan meningkatkan kesejahteraan anggota Linmas yang selama ini berperan penting dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan,” jelasnya.
“Contohnya ketika terjadi kebencanaan, anggota Linmas selalu dilibatkan bahkan bisa dibilang yang paling pertama hadir, karena erat hubungan dengan warga dan kewilayahan, termasuk saat ada keributan,” ujar Didin.
Dia mengungkapkan, untuk saat ini di wilayah Kecamatan Cimanggung memiliki anggota Linmas dengan jumlah di setiap desa yang bervariasi, mulai dari 20 hingga 45 orang per desa dengan batasan usia bagi anggota Linmas maksimal 60 tahun.
