JABAREKSPRES – Salah satu Klub Motor Besar di Kota Bandung diduga telah melakukan penganiyaan terhadap seorang mahasiswa berinisial NT.
NT Diduga menjadi korban salah sasaran setelah dianiyaya oleh kelompok klub motor besar pada Sabtu, (14/12/2024), di Jalan Aceh, Kota Bandung.
Azhari yang merupakan kakak korban menuturkan, insiden pengeroyokan ini berawal ketika NT dihadang oleh sekolompok orang di sekitar jalan Aceh.
Baca Juga:Diduga Minta Imbalan, Kabid Penegakan Perda Satpol PP Kota Cimahi jadi Tersangka!Pedagang Pasar Gedebage Ngamuk, Ancam Buang Sampah ke Kantor Perumda Pasar dan DLHK Kota Bandung
‘’Tanpa alasan jelas, NT dikeroyok oleh para pelaku. Tak hanya itu, korban kemudian diangkut menggunakan kendaraan mobil jenis Land Rover,’’ujar Azhari dalam keteranganya, Senin, (16/12/2024).
NT dibawa oleh kelompok tersebut ke markas klub motor besar yanng berada di Jalan Wastukencana, Kota Bandung dan setibanya disan dilakukan penganiyaan lagi.
NT dipukul pada bagian wajah dan kepala, sehingga mengalami luka patah tulang di pipi dan kaki, lebam di area paru dan disayat-sayat dari hidung sampai mulut.
Akibat luka itu, NT kini tengah menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kota Bandung. Sedangkan kasus ini telah dilaporkan ke Polrestabes Kota Bandung.
Azhari berharap pihak kepolisian segera untuk melakukan pengusutan kasus penganiyaan yang terjadi menimpa adinya itu.
Dia menegaskan, kasus penganiayaan ini harus ditindak tegas, sebab telah menjadi ancaman serius terhadap keamananwarga Kota Bandung.
‘’Azas Hukum yg harus ditegakan, bukan hukum Rimba, karena kita hidup di negara hukum” tegasnya.
Baca Juga:Proyek Galian Kabel BUMD Kota Bandung PT Bandung Infra Investama Dikerjakan Serampangan!6 Keunggulan New Honda Scoopy yang Wajib Diketahui, Berikut Harganya!
Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari pihak Klub Motor Besar yang atas kejadian itu. Begitupun dari pihak kepolisian belum memberikan informasi terkait kelanjutan laporan tersebut.
Meski begitu, Kasus telah memicu reaksi keras dari kalangan mahasiswa yang menuntut agar penegakan hukum harus dilakukan.
‘’Kejadian ini harus dijadikan pelajaran agar tidak ada lagi kekerasan yang terjadi, terlebih oleh kelompok yang seharusnya memberikan contoh baik di masyarakat,’’ tegas Azhari. (yan).
