Banjir selalu menggenangi pemukiman, kerap hantui warga setiap hujan turun terutama dengan intensitas tinggi.
“Kami akan terus mengingatkan! Jangan biarkan bencana ini terus menjadi langganan. Kalau sudah menjadi kebiasaan, artinya pemerintah belum berhasil menangani persoalan ini,” beber Akur.
Kinerja Pemkab Sumedang dan BBWS dinilai lambat, sebab selama ini tak terlihat adanya tindakan serta langkah preventif, dalam mengatasi permasalahan banjir.
Baca Juga:Kota Bandung Duduki Peringkat Pertama Kasus DBD Tertinggi di Jawa BaratRealisasi Setoran Tahura Djuanda Capai Rp7,3 Miliar
Normalisasi sungai dan perbaikan infrastruktur terkait menjadi desakan, dengan harapan dapat mencegah banjir lebih lanjut.
“Kami ingin ini menjadi perhatian utama. Jangan tunggu ada korban lebih banyak lagi baru bertindak,” imbuh Akur.
“Banjir ini adalah bukti ketidakseriusan pemerintah dalam melindungi masyarakat,” pungkasnya dengan nada geram. (Bas)
