Kasus Bullying Masih Marak, LP3A KBB Tekankan Pentingnya Parenting Skill Sekolah Ramah Anak

Ilustrasi kasus bullying pada anak sekolah. Dok istockphoto
Ilustrasi kasus bullying pada anak sekolah. Dok istockphoto
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kasus bullying di sekolah masih marak terjadi, persoalan ini pun masih menjadi satu pekerjaan penting yang belum bisa terselesaikan pemerintah saat ini.

Menanggapi hal ini, Lembaga Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (LP3A) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menekankan perlunya kegiatan parenting skill sekolah ramah anak.

“Parenting skill sekolah ramah anak ini perlu didorong, program ini menjadikan guru sebagai teman dan sahabat,” kata Ketua LP3A KBB, Andri Mochamad Saftari kepada wartawan, Senin (18/11/2024).

Baca Juga:Pemkab Bogor Raih Penghargaan Perlindungan Konsumen dari Kementerian PerdaganganTanggapi Debat Pilgub Jabar ke- 2, Demul: Seperti Tanya Jawab

“Kekerasan dan bullying oleh oknum guru atau siswa di KBB masih ada dan itu mengundang keprihatinan dari semua pihak. Makanya perlu untuk memberikan edukasi dan sosialisasi ke masyarakat,” ucapnya.

Karena itu, LP3A KBB siap untuk menjalankan tugas pengawasan guna mewujudkan kampanye sekolah ramah anak dalam mewujudkan generasi unggul. Mengingat sekolah haruslah menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi murid.

“lmbauan tidak cukup, semua harus turun, lakukan monitoring dan edukasi secara kontinyu agar menutup ruang gerak potensi timbulnya kekerasan di sekolah,” ujar pria yang akrab disapa Kang Ahmad ini.

Dirinya mencontohkan adanya kasus kekerasan dan bullying sesama murid di salah satu sekolah negeri di KBB, padahal itu sekolah unggulan dan berprestasi. Artinya tidak jaminan ketika sekolah bagus dan berprestasi terhindar dari kasus bullying.

0 Komentar