Kasus Viral SMAK Gloria 2 Surabaya Berakhir Damai, Namun Proses Hukum Tetap Berjalan

Kasus perundungan di SMAK Gloria 2 Surabaya mencuat ke publik setelah tindakan Ivan, salah satu orang tua murid, menyuruh seorang siswa untuk merangkak dan menggonggong
Kasus perundungan di SMAK Gloria 2 Surabaya mencuat ke publik setelah tindakan Ivan, salah satu orang tua murid, menyuruh seorang siswa untuk merangkak dan menggonggong
0 Komentar

JABAR EKSPRESKasus perundungan di SMAK Gloria 2 Surabaya mencuat ke publik setelah tindakan Ivan, salah satu orang tua murid, yang menyuruh seorang siswa untuk merangkak dan menggonggong sebagai bentuk hukuman. Tindakan itu dilakukan sebagai tanggapan atas ejekan yang diterima oleh anaknya, yang disebut “pudel” oleh teman-temannya. Meskipun kasus ini sempat menuai kontroversi, kedua pihak akhirnya sepakat untuk berdamai. Namun, pihak kepolisian tetap melanjutkan proses hukum untuk menindaklanjuti kejadian yang dianggap tidak pantas ini.

Peristiwa ini pertama kali viral di media sosial setelah ada unggahan yang memperlihatkan siswa yang diminta untuk berlutut, merangkak, dan menggonggong. Ivan, yang merasa anaknya dirundung dan menjadi korban ejekan di sekolah, mengaku ingin memberikan pelajaran kepada teman-teman sekelas anaknya dengan tindakan yang tidak lazim ini. Reaksi Ivan dianggap berlebihan oleh masyarakat, yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk perundungan baru yang tidak sesuai dengan norma sosial.

Menurut keterangan dari kepolisian, tindakan Ivan termasuk dalam kategori pelecehan yang dapat membahayakan perkembangan psikologis anak. Oleh sebab itu, proses hukum akan tetap dilanjutkan sebagai upaya untuk memberikan efek jera dan mencegah tindakan serupa di kemudian hari. Pihak berwenang juga berharap masyarakat memahami bahwa tindakan main hakim sendiri, apalagi di lingkungan pendidikan, tidak dibenarkan dalam kondisi apapun.

0 Komentar