“Stikernya mungkin terselip, jadi diberikan stiker dengan foto Pj Wali Kota saat itu, Pak Dikdik,” jelasnya.
Namun, karena menyadari situasi politik, anggota tersebut melipat bagian foto Pj Wali Kota sebelum menyerahkannya ke Ketua RT.
“Teman kami juga menegaskan kepada Ibu RT bahwa ini bukan kampanye, boleh dicek,” tambahnya.
Baca Juga:3 Ketua RT di Desa Cinunuk yang Meninggal Dunia Belum Terima Dana JKM BPJS TKLupa Beli Pulsa? BRImo Solusinya!
Achmad mengungkapkan bahwa setelahnya beredar video yang diduga dibuat oleh keluarga Ibu RT tersebut, yang menyebutkan adanya penyebaran stiker.
“Stikernya hanya tiga, dan itu mungkin tersisa atau terselip. Di Damkar sendiri, stiker tersebut sudah tidak ada sejak Oktober 2023,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa pihak Damkar telah melakukan apel dengan Kasat Damkar dan Sekda, serta siap memberikan klarifikasi ke Bawaslu jika diperlukan.
“Kami siap hadir di Bawaslu jika diminta,” tegasnya. (Mong)
