Gunung Lewotobi Laki-Laki Meletus, 10 Tewas, Puluhan Luka-Luka

Visual erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki tanggal 3 November 2024 pukul 23.57 WIB difoto dari Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. (0PVMBG)
Visual erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki tanggal 3 November 2024 pukul 23.57 WIB difoto dari Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. (0PVMBG)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) Meletus pada Senin (4/11/2024). Akibatnya, 10 orang dilaporkan meninggal dunia, puluhan lainnya luka-luka, dan sejumlah bangunan terkbakar akibat hujan material dari semburan erupsi.

Seperti dilaporkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur, Fredy Moat Aeng menyebut, sedikitnya 10 orang meninggal dunia dan telah dievakuasi dari puing-puing bangunan.

Melansir JPNN, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan jumlah kepala keluarga (KK) dari tiga kecamatan yang terdampak letusan Gunung Lewotobi Laki-laki sebanyak 2.734 KK atau 10.295 jiwa.

Baca Juga:Pegawai Komdigi Terlibat Kasus Buka Blokir Situs Judol Sempat Daftar sebagai Bacalon Bupati, Gerindra Sumedang Buka SuaraMitigasi Bencana Musim Hujan, Pemkot Bandung Sorot Wilayah Timur

Sebelumnya, rata-rata tinggi kolom erupsi adalah 100-1.000 meter, sedangkan di tanggal tersebut rata-rata tinggi kolom erupsi setinggi 500-1.000 meter. Gunung yang memiliki ketinggian 1.584 meter di atas permukaan laut ini pun mengalami erupsi strombolian dengan tinggi kolom erupsi mencapai 1.500-2.000 meter dari puncak dan terlihat adanya sinar api yang memancar saat erupsi pada 1 November 2024.

Adapun kegempaan yang terekam selama periode 23 Oktober sampai 3 November 2024 pukul 18.00 WITA yakni 43 kali gempa letusan, 28 kali gempa hembusan, 94 kali gempa harmonik, 7 kali Low Frequency, 133 kali gempa Vulkanik Dangkal, 353 kali gempa Vulkanik Dalam, 26 kali gempa Tektonik Lokal, 68 kali gempa Tektonik Jauh, dan 3 kali getaran banjir.

0 Komentar