Hari Sumpah Pemuda, Tokopedia dan ShopTokopedia Dorong Kemajuan Pelaku Usaha dan Kreator Muda

Tokopedia dan ShopTokopedia merayakan Hari Sumpah Pemuda, sampaikan tren belanja online produk fashion dan kesehatan, serta beri panggung bagi pelaku usaha dan kreator muda.
Tokopedia dan ShopTokopedia merayakan Hari Sumpah Pemuda, sampaikan tren belanja online produk fashion dan kesehatan, serta beri panggung bagi pelaku usaha dan kreator muda.
0 Komentar

 

Selain terus dituntut untuk menerapkan strategi bisnis yang relevan dengan perkembangan zaman, tantangan lain yang dihadapi Dama Kara dalam berbisnis adalah plagiarisme. Motif karya Dama Kara sering ditiru oleh bisnis sejenis. Sebagai solusi, Dama Kara senantiasa berupaya mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas motif batik yang dibuat serta meningkatkan awareness masyarakat atas motif batik khas Dama Kara.

“Dama Kara memiliki kepedulian yang sangat tinggi terhadap komunitas difabel, termasuk autis dan penyandang tunarungu. Nilai yang kami yakini ini membawa kami bekerja sama dengan sejumlah yayasan, seperti Our Dreams Indonesia dan Art Therapy Center Widyatama, untuk membantu komunitas difabel menciptakan peluang dengan berkarya,” jelas Nurdini.

Dama Kara pun mendirikan Dama Kara Foundation yang menyediakan ruang terapi menggambar khusus autis. Hasil karya mereka direalisasikan dalam bentuk koleksi batik Dama Kara, seperti Jalin dan Rona Bian. Individu autis yang terlibat juga mendapatkan royalti hasil penjualan produk tersebut. Dama Kara di sisi lain memberdayakan ibu-ibu dan penjahit di Jawa Barat pada proses finishing produk, seperti menjahit jelujur dan pengecekan kualitas.

Baca Juga:Berawal dari Kelola Tanah Carik, Kini Desa Pasirnanjung Sumedang Dorong Literasi Warga untuk Tingkatkan Ekonomi DigitalPengamat Sebut Paslon Dikdik-Bagja Ungguli Pasangan Lain di Debat Publik Perdana Pilkada Cimahi

Selain itu, Dama Kara juga berkomitmen membangun bisnis yang ramah lingkungan. Dama Kara terus menciptakan produk fashion batik dengan bahan berkualitas tinggi, dan potongan serta motif yang kontemporer. Dama Kara berharap hal ini bisa membuat produk mereka dipakai kapan pun dan di mana pun, serta dalam jangka waktu yang lama. Dama Kara juga berkolaborasi dengan Cajsa untuk meminimalisasi limbah pascaproduksi. Potongan sisa kain batik hasil produksi Dama Kara dijadikan bahan baku pembuatan sepatu, salah satunya dinamakan koleksi Bhumi Karuna.

Karena hadir di tengah pandemi, Dama Kara fokus pada penjualan online sejak awal berdiri termasuk lewat platform e-commerce Tokopedia dan ShopTokopedia. Tokopedia membantu Dama Kara menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan penjualan secara signifikan. Di sisi lain, melalui konten kreatif di media sosial TikTok, dan live shopping di ShopTokopedia, Dama Kara berhasil menarik pelanggan generasi muda untuk memakai produk fashion batik.

0 Komentar