Hari Sumpah Pemuda, Tokopedia dan ShopTokopedia Dorong Kemajuan Pelaku Usaha dan Kreator Muda

Tokopedia dan ShopTokopedia merayakan Hari Sumpah Pemuda, sampaikan tren belanja online produk fashion dan kesehatan, serta beri panggung bagi pelaku usaha dan kreator muda.
Tokopedia dan ShopTokopedia merayakan Hari Sumpah Pemuda, sampaikan tren belanja online produk fashion dan kesehatan, serta beri panggung bagi pelaku usaha dan kreator muda.
0 Komentar

 

“Tokopedia dan ShopTokopedia pun sangat mengapresiasi affiliate creator muda yang konsisten memberdayakan masyarakat lewat konten edukatif, sekaligus membantu pelaku usaha memperluas pasar dan memasarkan produk,” kata Aditia. Salah satunya, Ravenna Ravika (Vika). Vika merupakan PCOS survivor, sekaligus ibu satu anak, yang fokus mengedukasi komunitas mengenai kesehatan reproduksi lewat konten di media sosial. Vika juga mempromosikan produk dari para pelaku usaha untuk menjaga kesehatan reproduksi. Berkat menjadi affiliate creator Tokopedia dan ShopTokopedia, Vika mengaku memiliki waktu lebih banyak dengan keluarga dan bisa mendapatkan penghasilan yang bahkan melebihi saat bekerja sebagai karyawan.

Berkat affiliate creator muda, salah satunya Vika, transaksi produk kesehatan di Tokopedia dan ShopTokopedia mengalami pertumbuhan yang positif. Pada kuartal III 2024, beberapa produk kesehatan paling laris di Tokopedia, yaitu: obat-obatan, perlengkapan medis, serta vitamin dan suplemen. Sedangkan di ShopTokopedia, antara lain: vitamin dan suplemen, masker dan perlengkapan medis.

Lampiran: Kisah Penjual dan Affiliate Creator

  1. Dama Kara

Bisnis lokal batik, Dama Kara, didirikan oleh pasangan suami istri, Nurdini Prihastiti dan Bheben Oscar, pada tahun 2020 saat pandemi dimulai. Setelah mengalami kerugian besar di bisnis sebelumnya, Nurdini dan Bheben berkontemplasi untuk membangun bisnis yang memberikan manfaat bagi lebih banyak orang. Nurdini mengatakan, “Kami akhirnya memutuskan untuk mendirikan Dama Kara, bisnis lokal batik yang bisa menyerap banyak tenaga kerja. Dama Kara menawarkan berbagai fashion item batik bermotif sederhana namun sarat makna, yang dapat digunakan di berbagai acara, baik untuk perempuan, laki-laki, maupun anak. Kini Dama Kara memiliki sekitar 50 karyawan yang sebagian besar terdiri dari anak muda.”

Baca Juga:Berawal dari Kelola Tanah Carik, Kini Desa Pasirnanjung Sumedang Dorong Literasi Warga untuk Tingkatkan Ekonomi DigitalPengamat Sebut Paslon Dikdik-Bagja Ungguli Pasangan Lain di Debat Publik Perdana Pilkada Cimahi

Sebagai bisnis yang dibangun ketika pandemi Covid-19 mulai melanda Indonesia, Dama Kara harus memanfaatkan platform online untuk berjualan. Strategi berbisnis online–yang sama sekali belum pernah dilakukan oleh Nurdini dan Bheben sebelumnya ini–ternyata membawa hasil yang signifikan. Misalnya, pada tahun kedua memulai usaha di pandemi, penjualan Dama Kara naik 220% dibandingkan penjualan di tahun pertama, berkat platform digital.

0 Komentar