JABAR EKSPRES – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) berhasil melunasi utang ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Persero sebesar Rp285 miliar.
Atas dasar itu, Pemkab Bandung Barat memastikan kondisi keuangan daerah pada tahun 2025 diprediksi bakal sehat.
Utang ke PT SMI Persero sebesar Rp285 miliar tersebut untuk perbaikan jalan di wilayah selatan KBB, total sepanjang sekitar 71 kilometer.
Baca Juga:Tenggelam Saat Mancing di Kawasan GBLA, Dua Pria Ditemukan Tak BernyawaTingkatkan Partisipasi Pemilih, KPU Jabar Gandeng Media dan Remaja Masjid Sosialisasikan Pilkada 2024
Proyek itu dibagi menjadi dua yaitu jalan sepanjang 52,5 km dengan biaya Rp177 miliar dan jalan 19,5 km dengan anggaran Rp78 miliar. Seluruh biaya perbaikan jalan itu dibiayai utang dari PT SMI. Sehingga selama tiga tahun sejak saat itu, Pemda KBB harus mencicil pinjaman dengan bunga 6,26% atau sekitar Rp98 miliar/tahun.
Ruas jalan yang dibangun adalah Jalan Selacau-Cililin; Cililin-Sindangkerta; Sindangkerta-Celak; Celak-Gununghalu; Bunijaya-Cilangari; Cilangari-Cisokan. Kemudian Jalan Rancapanggung-Cijenuk; Cijenuk-Sarinagen dan Sarinagen-Baranangsiang. Termasuk pembangunan Jembatan Tajim diperbatasan Celak dan Sindangkerta.
