JABAR EKSPRES – Sejumlah upaya dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk menekan angka sampah, yang dibuang ke tempat pembuangan sampah (TPS) sampai ke tempat pembuangan akhir (TPA) Sarimukti. Selain optimalisasi program, gerakan zero food waste pun digalakkan pemerintah.
Penjabat (Pj) Wali Kota Bandung, A. Koswara menegaskan, setiap kantor pemerintahan yang ada di Pemkot Bandung wajib zero food waste alias bebas dari sampah makanan. Pengendalian sampah di Kota Bandung bukan hanya kedaruratan saja, tapi seterusnya.
Menurutnya, sebagai salah satu kota penghasil sampah yang besar, maka diprioritaskan Ibu Kota Jawa Barat untuk lebih dulu selesai. Pasalnya, Kota Bandung menjadi salah satu barometer bagi wilayah lainnya.
Baca Juga:Beri Kesaksian dalam Sidang Harvey Moeis, Sandra Dewi: Itu Tas Hasil Endorsement!FSB Kota Banjar Desak PT BKS Hapus Aturan Kompensasi Pekerja Kontrak
Dia menuturkan, pemberian konsumsi setiap kegiatan yang dilakukan itu harus proporsional sehingga makanan yang disediakan habis, tidak menjadi sisa hingga sampah. Termasuk di kewilayahan harus lebih masif, ada unsur RT, RW hingga Karang Taruna.
“Ini pasti penanganannya berbeda karena setiap wilayah itu memiliki inovasi. Saya cek di kota Bandung itu ada TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle), mesin gibrik, komposting, maggot dan sebagainya. Manfaatkan semuanya. Jangan ada mesin yang tidak dimanfaatkan,” pungkasnya.
