Mengenai asesment, dirinya menambahkan, BPBD Kabupaten Bandung juga dinilai tak sepsifik dalam mendata kerusakan bangunan (ringan, berat dan sedang) serta fasilitas sosial dan umum.
“Di sisi lain, kami juga melakukan penelaah mengenai besarnya dampak gempa yang terjadi di Cibereum, Cihawuk, Cikembang dan Tarumajaya,” paparnya.
Wahyudin menjelaskan, pihaknya menelaah ada potensi yang memicu dari aspek lain, salah satunya terdapat aktivitas Geothermal Wayang Windu, Geothermal Papandayan dan Geothermal Kamojang.
Baca Juga:Banjir Dukungan di Ciamis, Ahmad Syaikhu Tekankan Pentingnya Kebersamaan untuk Kemajuan Jawa BaratBarraja Siap Menangkan Rudy-Jaro Ade di Pilbup Bogor, Ini Harapannya!
“Sehingga kerusakan bangunan lebih dominan di desa tersebut. Kondisi itu dapat dilihat juga di Desa Sarimukti, Kabupaten Garut yang ikut terdampak,” jelasnya.
Pihaknya menilai adanya gangguan psikis yang cukup tinggi dialami oleh masyarakat Kertasari akibat gempa bumi.
“Hal tersebut luput menjadi telaahan BPBD. Selesainya masa tanggap darurat dan berlanjut ke masa transisi, semestinya disertai informasi yang baik serta dapat diakses oleh masyarakat korban bencana di seluruh desa,” pungkasnya. (Bas)
