JABAR EKSPRES – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat terus mendorong penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) sebagai bagian dari program Keluarga Berencana (KB) untuk mengurangi angka drop out pengguna kontrasepsi dan mendukung pencegahan stunting di wilayah tersebut.
Kepala BKKBN Jabar, Fajar Supriadi, menyatakan bahwa Jawa Barat menjadi wilayah dengan target akseptor KB terbesar di Indonesia, yakni sekitar 99 ribu akseptor. Hingga kini, sebanyak 72 persen dari target tersebut telah tercapai.
“Penggunaan MKJP ini sangat menguntungkan karena masa penggunaannya panjang. Berbeda dengan kontrasepsi lain yang harus digunakan setiap bulan dan memiliki risiko drop out yang lebih besar,” tambahnya.
Baca Juga:STEI ITB Kembali Gelar International Conference on ICT for Smart Society (ICISS) yang ke-11Tak Berfungsi Berbulan-Bulan, Warga Sesalkan Matinya Traffic Light di Perempatan Taman Holis
Fitriani juga menyarankan penggunaan MKJP untuk pasangan usia subur di bawah 35 tahun. Namun, bagi wanita yang telah melewati usia tersebut dan memiliki risiko tinggi dalam kehamilan, metode kontrasepsi yang lebih seperti sterilisasi atau Metode Operasi Wanita (MOW) lebih disarankan.
“Jika sudah di atas 35 tahun, risiko kehamilan lebih tinggi, jadi kami lebih menyarankan MOW atau steril. Tapi untuk menjarangkan kehamilan, MKJP seperti IUD dan Implan masih menjadi pilihan yang efektif,” tutup Fitriani. (Mong)
