Masih Ada Ribuan Kasus Rentenir di Kota Bandung, Satgas: Ibarat Fenomena Gunung Es

PENGADUAN: Dua orang korban rentenir tengah melakukan pengaduan ke Satgas Anti Rentenir Kota Bandung, beberapa waktu lalu. (Nizar/Jabar Ekspres)
PENGADUAN: Dua orang korban rentenir tengah melakukan pengaduan ke Satgas Anti Rentenir Kota Bandung, beberapa waktu lalu. (Nizar/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES, BANDUNG – Kasus rentenir masih tercatat ada ribuan kasus. Hal ini dibeberkan Satuan tugas (Satgas) Anti Rentenir Kota Bandung. Berdasarkan data per Januari – Juli 2024, ada sekira 1.146 kasus rentenir yang masuk dalam aduan.

Ketua Satgas Anti Rentenir, Saji Sonjaya menuturkan, temuan kasus tersebut adalah yang dapat dicatat pihaknya. Adapun tidak menutup kemungkinan angka kasusnya lebih banyak ketimbang laporan yang masuk.

“Pengaduan pun sifatnya pasif. Kami menunggu. Kadang tidak semua warga Bandung melaporkan. Banyak faktor tidak mengadu,” ungkap Saji kepada Jabar Ekspres, Jumat (13/9).

Baca Juga:Pendidikan Politik Partai Hanura Kota Banjar: Perkuat Dukungan untuk Pasangan BADAMI di Pilkada 2024Peduli Sosial, Polresta Bantu Renovasi Masjid An-Naba PWI Kota Bogor

“Sementara itu, angkanya itu (lebih banyak) yang terjadi adalah peningkatan waktu jaman pandemi tahun 2021. Itu ada 3.669 lebih kasus. Pandemi. Itu dari pengaduan via call center,” sambung Saji.

Guna mencegah angka itu kian meningkat, dirinya mengaku bahwa Satgas Anti Rentenir lakukan sejumlah upaya. Seperti diantaranya mensosialisasikan dan aktif memberi pendampingan korban rentenir atau pinjol.

“Tentu itu semua ada dampak dari supply and demand. Masyarakat butuh dana dan cepat. Bank ada jaminan. Pinjol memudahkan. Kadang masyarakat tidak berpikir bagaimana membayarnya,” pungkasnya.

0 Komentar