JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Bandung terus berupaya memajukan kawasan timur Kota Bandung guna menyokong perekonomian masyarakat. Mulai dari pengembangan wilayah Bandung Metropolis, pusat sentral kebudayaan sunda, hingga ambisi menggeliatkan wisata guna mendongkrak popularitas wilayah Bandung Timur.
Namun dalam realisasinya, Pengamat Kebijakan Publik Independent, Achmad Muhtar menyinggung soal infrastruktur yang belum mampu menopang kemajuan wilayah tersebut.
Diakuinya, hal ini mempengaruhi eksistensi kawasan Bandung Timur dalam upaya menarik wisatawan yang ingin berkunjung.
Baca Juga:Terminal Curug Agung Bandung Barat Bakal Disulap Jadi Depo BRTKPU Ciamis dan IJTI Galuh Raya Bersinergi Sosialisasikan Pilkada kepada Pengrajin Angklung
“Sistem drainase yang buruk menyebabkan banjir ini belum bisa teratasi. Ini seharusnya menjadi concern Pemkot Bandung sebagai pemangku kepentingan, banjir ini banyak tersebar di beberapa titik seperti Gedebage, Ujungberung, hingga kawasan Ciwastra,” ujarnya
“Belum lagi kemacetannya, kayanya hampir di seluruh wilayah Bandung Timur kerap terjadi kemacetan. Problematikanya yakni jalan-jalan yang gak sanggup menopang jumlah kendaraan, apalagi sekarang di dominasi kendaraan besar,” tambahnya
Menurutnya, apabila permasalahan ini tak kunjung terselesaikan, bukan tak mungkin wilayah Bandung Timur bakal kembali ditinggalkan para wisatawan. Belum lagi rencana memajukan wisata-wisata yang bakal dilakukan Pemkot Bandung bakal terkendala oleh segenap permasalahan.
“Kalau betul itu bakal dilakukan (menaikan potensi wisata) harus betul-betul dimatangkan. Mulai dari akses hingga faktor penunjang lain, kita tau sendiri lah bagaimana padatnya wilayah Ujungberung, Cipadung, hingga Cibiru,” paparnya
Diakuinya, jangan sampai upaya meng-“create” potensi wisata tak sebanding dengan realitas yang nantinya bakal terjadi.
Maka dari itu, Dirinya berharap, alih-alih terus menggodok potensi-potensi yang ada di Bandung Timur guna berkembangnya wilayah tersebut, Pemkot lebih baik terlebih dahulu mengatasi permasalahan yang telah lama terjadi.
