JABAR EKSPRES – Komisi V DPRD Jabar memberikan tiga catatan penting terkait pelaksanaan pendidikan di Jabar. Salah satunya terkait kepala sekolah di Jabar yang masih berstatus pelaksana tugas (Plt).
Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Abdul Hadi Wijaya bersama anggota lain sengaja berkunjung ke empat sekolah di Jabar di pekan terakhir bertugas. Hal itu sebagai salah satu upaya untuk mendalami serta melengkapi peta pendidikan di Jabar.
Dari kunjungan itu termasuk dari berbagai kegiatan sebelumnya, pria yang akrab disapa Gus Ahad itu merangkum sejumlah catatan penting. Tentunya catatan terkait pelaksanaan pendididikan di Jabar.
Baca Juga:Maju di Pilgub Jabar, Pasangan Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie Siap Lawan Calon yang Diusung KIM PlusDukung Pameran Kriyanusa 2024, BRI Dorong UMKM Kerajinan dan Seni Kriya Naik Kelas
Menurut Gus Ahad, Plt cenderung berpikir untuk jangka pendek karena masa tugasnya tiga bulan. Mereka tidak berani merancang berbagai program untuk setahun atau lebih.
Selain itu Plt juga sudah punya amanah memimpin sekolah tertentu. Sehingga otomatis sekolah kedua yang dipimpinnya kurang terperhatikan, dan konsentrasi ke sekolah pertama ikut berkurang. “Ini kan tidak sesuai dengan keinginan masyarakat untuk layanan paripurna di bidang pendidikan,” paparnya.
