Vokasifest BBPVP Bandung, Ada Jobfair hingga Service Gratis untuk Ojek!

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor (kiri) saat berdialog dengan perwakilan perusahaan pada Jobfair di vokasifest BBPVP Bandung, Kamis (15/8). (Jabar Ekspres/Son)
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor (kiri) saat berdialog dengan perwakilan perusahaan pada Jobfair di vokasifest BBPVP Bandung, Kamis (15/8). (Jabar Ekspres/Son)
0 Komentar

JABAR EKSPRES, BANDUNG – Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung menggelar Vokasifest 2024. Itu juga bagian dari upaya menekan tingginya penganguran di wilayah Jawa Barat khususnya Kota Bandung dan sekitarnya.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan Agung Nur Rohmad mengungkapkan, kegiatan yang berlangsung 14 – 16 Agustus itu berisi berbagai kegiatan yang cukup menarik.

Di antaranya adalah jobfair yang menjembatani para pencari kerja untuk mendapatkan peluang kerja. “Sedikitnya ada 26 perusahaan yang ikut jobfair. Ini jadi kesempatan menarik,” katanya.

Baca Juga:Antisipasi Kekeringan, BPBD Kota Cimahi Siapkan Satgas dan Operasi Dropping Air BersihJelang HUT RI, Penjual Bendera Bertahan di Tengah Gempuran Toko Online

Agung melanjutkan, kegiatan lainya adalah trial class, talkshow, sertifikasi gratis, konsultasi produktivitas, konsultasi kelembagaan, bazar UMKM, service gratis untuk ojek, hingga hiburan dari musisi ternama.

Acara yang berlangsung di Kantor BBPVP Jalan Jendral Gatot Subroto Kota Bandung itu turut dihadiri Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor.

Dalam kesempatan itu, Afriansyah juga turut prihatin terkait kondisi pengangguran di Jabar. Angkanya tembus 6,91 persen. “Artinya masih banyak penduduk di Jabar yang belum dapat kesempatan kerja dengan baik,” cetusnya.

Afriansyah manjutkan, Kemenaker sendiri memiliki balai pelatihan hampir di setiap provinsi di Indonesia. Ditambah balai latihan milik kota kabupaten. Itu juga sebagai upaya menekan angka pengangguran.

Dalam kesempatan itu, Afriansyah juga mendorong kepada dinas atau pemerintah daerah untuk berkolaborasi dengan perusahan atau dunia industri dalam hal mencetak tenaga kerja yang handal. Misalnya dengan CSR perusahaan yang diarahkan untuk meningkatkan skil tenaga kerja. “Jadi tidak hanya untuk infrastruktur saja,” singgungnya.(son).

0 Komentar