Terus Lakukan Pembenahan,Unjani Optimitis Menuju Perguruan Tinggi Berakreditasi Unggul

Unjani Optimitis Menuju Perguruan Tinggi Berakreditasi Unggul
Rektor Unjani Prof Hikmahanto Juwana mendampingi Ketua Yayasan Eka Paksi Letjen TNI (Purn) Tatang Sulaiman saat memberikan cinderamata kepada perwakilan LLDikti Wilayah IV
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sejak empat tahun lalu, Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) melakukan pembenahan dalam berbagai sektor, seperti sarana prasarana, infrastruktur, kualitas dosen, dan mahasiswanya. Hal itu dilakukan dalam upaya menjadikan Unjani sebagai perguruan tinggi dengan akreditasi unggul.

Rektor Unjani Prof Hikmahanto Juwana mengaku, menjadikan Unjani sebagai perguruan tinggi berakreditasi unggul merupakan bagian dari tantangan yang diberikan Jenderal TNI Andika Perkasa yang saat itu menjabat sebagai KSAD. Kemudian, persiapan untuk akreditasi pun dirancang sejak dirinya menjadi Rektor Unjani dan diintensifkan lagi dalam dua tahun terakhir.

” Saat itu Ketua Dewan Pembina Yayasan Kartika Eka Paksi (YKEP) masih dijabat Jenderal Andhika Perkasa yang memintauntuk membuat Unjani menjadi unggul dan bisa mengejar ketertinggalan dari universitas yang sudah mapan,” ungkapnya  usai seminar nasional “Akreditasi Perguruan Tinggi Menuju Unggul” di Gedung Auditorium Unjani, Cimahi, Kamis (8/8).

Baca Juga:Smartfren Dorong Usaha Bandung Barat Go Digital Melalui Teman UMKMPercepat Pengembangan Smart City, KADIN Bandung Bersama EV-READY, dan APSCI Tandatangani Nota Kesepahaman

Atas permintaan KSAD, kemudian Unjani melakukan assesmen dan terungkap infrastruktur masih banyak tertinggal, akreditasi masih banyak prodi-prodinya yang akreditasi B, belum banyak yang A. Termasuk juga dosen-dosennya, jabatan fungsional itu masih rendah. Sehingga jika mau naik jadi universitas unggul maka infrastruktur dan lain-lainnya harus bagus.

”Kemudian saat itu yayasan mengambil alih, kalau untuk infrastruktur itu urusan yayasan. Sedangkan saya bertugas untuk agar prodi bisa unggul, lalu dosen, jabatan fungsional dan lain sebagainya,” ucapnya.

Hasilnya mulai ada perubahan, karena animo calon mahasiswa ke Unjani yang diterima setelah Covid itu waktu sekitar 3.000-an mahasiswa, tapi sekarang sudah sampai 6.000. Kemudian dari sisi pendapatan yang tadinya Rp282 miliar per tahun, sekarang sudah mencapai Rp505 miliar pada tahun kemarin.

”Jadi sudah ada peningkatan-peningkatan dan di situ kami percaya diri untuk mengajukan agar bisa di akreditasi menjadi unggul,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakannya, adanya seminar nasional ini untuk berbagi dengan universitas-universitas lain di lingkungan LLDIKTI IV supaya apa yang Unjani lakukan bisa juga mereka lakukan.

Sebab sekarang ini semakin banyak perguruan tinggi dari luar negeri yang diperbolehkan beroperasi di Indonesia sehingga itu jadi tantangan serius.

0 Komentar