Pada saat, dikatakan Akhyar, pelatihan kali ini dilaksanakan khusus untuk pelaku usaha yang berada di wilayah Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat.
”Mereka mendapatkan pelatihan, pendampingan selama 3 bulan (Juni-September 2024), serta sesi penilaian untuk mengetahui pengaplikasian materi yang sudah diberikan,” katanya.
Bersamaan dengan selesainya pelatihan Teman UMKM Go Digital Tahap 1 di Cikalong Wetan, Bandung Barat. Seluruh peserta diberikan pelatihan mengenai berbagai cara memanfaatkan aplikasi media sosial dan digital untuk memperluas jangkauan pemasaran produk.
Baca Juga:Percepat Pengembangan Smart City, KADIN Bandung Bersama EV-READY, dan APSCI Tandatangani Nota KesepahamanSK Rekomendasi Golkar untuk Pilkada Cimahi Masih Teka Teki, Pengamat Sarankan DPP Ikuti Hasil Survei
”Selain itu Smartfren juga membuatkan situs khusus yang dapat digunakan oleh para UMKM setempat untuk menampilkan dan menjual produk mereka secara online. Dari 189 peserta pelatihan tersebut, sejumlah 3 peserta mendapatkan apresiasi sebagai UMKM terbaik, yaitu Elsa Khairun Nissadengan usaha penjualan pakaian, AhmadMauludin dengan produk tas macrame, dan Nurhadi dengan produk mebel serta olahan kayu,” tandasnya.
Sementara itu, Regional Head West Java Smartfren, Maelo menambahkan selain inisiatif digitalisasi UMKM, Smartfren juga menjalankan sejumlah program khusus Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia di tahun ini.
Beberapa diantaranya adalah inisiatif internet untuk Indonesia yang memberikan kartu perdana khusus untuk orang-orang terpilih dan Kampung Smartfren.
Kartu perdana khusus yang dimaksud memiliki manfaat berupa masa aktif 1 tahun. Sedangkan Kampung Smartfren merupakan salah satu wujud filosofi bisnis Smartfren yaitu Garda Budaya, yang merupakan upaya mendukung budaya dan kekhasan lokal.
”Kampung Smartfren mengajak masyarakat Kabupaten Bandung Barat untuk memaknai kemerdekaan Republik Indonesia lewat kegiatan seni dan kompetisi rakyat,” kata Maelo. (wit)
