JABAR EKSPRES – Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar Abdul Hadi Wijaya turut merespon terkait polemik penyediaan alat kontrasepsi di sekolah. Pihaknya menduga ada permainan marketing produsen hingga infiltrasi perusakan moral.
Pria yang akrab disapa Gus Ahad itu mengungkapkan, pihaknya mengaku sedih dan malu terkait polemik tersebut. Menurutnya ada dua dugaan permainan terkait pemberlakuan Peraturan Pemerintah (PP) tersebut.
Secara sistematis ada upaya infiltrasi terkait degradasi moral dan nilai di lingkungan pendidikan. “Sebagai orang tua malu,” keluhnya.
Baca Juga:Klarifikasi Pihak Hotel atas Terselenggaranya Kontes Kecantikan Transgender di Jakarta PusatTingkatkan Pelayanan Puskesmas Jadi Kunjungan Sehat
Dijelaskan di ayat (4) bahwa pelayanan kesehatan reproduksi yang dimaksud ayat (1) paling sedikit meliputi, deteksi dini penyakit, pengobatan, rehabilitasi, konseling, dan penyediaan alat kontrasepsi.(son)
