Baik Hidayat maupun Saparudin mengaku bantuan dari BRI berperan penting dalam pengembangan dan pembangunan Desa Cikaso yang lebih maju. Apresiasi pengembangan desa dari BRI sebesar Rp750 juta dialokasikan untuk mengembangkan bumi perkemahan seperti membangun villa dan gazebo, serta pembuatan kolam renang di Sawah Lope.
“Sampai saat ini kami juga tetap mendapatkan pendampingan dan pelatihan dari BRI untuk menambah ilmu. Bagi saya, ini merupakan bantuan yang tak ternilai,” ungkap Saparudin.
Program Desa BRILiaN ini telah diinisiasi oleh BRI sejak 2020. Desa BRILiaN merupakan program inkubasi desa yang bertujuan untuk menghasilkan role model dalam pengembangan desa. Hingga Juni 2024, program Desa BRILiaN telah diikuti sebanyak 3.602 desa yang aktif berinisiatif serta berkomitmen maju melalui program-program yang telah direncanakan.
Baca Juga:Seorang Pria di Katapang Nekat Akhiri Hidupnya, Diduga Terjerat PinjolCiptakan 4053 Lilin dari Limbah Minyak Jelantah, SMA Kosgoro Kota Bogor Pecahkan Rekor Muri
Pada kesempatan terpisah, Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan bahwa Desa BRILiaN terbukti mendongkrak aktivitas ekonomi yang berada di desa-desa. “Dengan dilakukan pembinaan melalui program Desa BRILiaN nasabah penabung meningkat drastis. Tak hanya itu, masyarakat desa yang semula belum berani mengambil kredit juga mendapatkan pembinaan dalam progam ini. Dari sana, wirausaha yang ingin mengembangkan usahanya mulai sadar untuk merapikan administrasi dan mengembangkan kewirausahaannya agar layak mendapatkan kredit dari perbankan,” ujar Sunarso.
