JABAR EKSPRES – Tradisi Yasinan sudah sangat mengakar dan membudaya di kalangan masyarakat. Banyak momen yang menjadikan Surat Yasin sebagai andalan untuk dibacakan.
Bahkan ada agenda khusus yang sengaja diciptakan untuk melakukan Yasinan, seperti salah satunya pengajian malam jumat.
Istilah yasinan banyak digunakan oleh masyarakat untuk menyebut kegiatan yang diisi dengan membaca Surat Yasin.
Baca Juga:Cara Menyusun Proposal 17 Agustus 2024 untuk Menggalanng DanaLINK Tes Ujian GAMON via Google Form Terbaru Juli 2024, Tantang Dirimu dengan Jawab 15 Pertanyaan Tentang Mantan ini
Karena terlalu seringnya surat ini di baca untuk berbagai momen sehingga masyarakat lebih mudah menyebutnya dengan Yasinan.
Beberapa momen yang biasanya diisi dengan membaca Surat Yasin, diantaranya :
– Pindah kerumah baru baca Yasin.
– Ingin pergi haji baca Yasin.
– Malam Jum’at baca Yasin.
– Tahlilan (selamatan kematian) baca Yasin.
– Selamatan ulang tahun baca Yasin.
– Selamatan kenaikan pangkat baca Yasin.
– Selamatan 7 (tujuh) bulanan juga baca Yasin.
Menurut seorang ulama, Ustadz M.H.Farouqi Al-minkabawy menjelaskan, Yasin adalah salah satu Surat dari al-Qur’anul Karim. Namun Beliau sangat menyayangkan jika umat muslim hanya sering membacakan Surat Yasin.
“Padahal kalau kita buka dan ingin mengkaji lebih dalam ternyata al-Qur’an mempunyai 114 surat yang masing-masing mempunyai keutamaan tersendiri.” ujarnya disalah satu unggahannya di grup pengajian.
“Benar, Yasin adalah salah satu surat di dalam al-Qur’anul Karim, namun apakah ada nash atau hujjah yang tegas itu semua harus dibacakan surat Yasin?” tanyanya keheranan.
Lebih lanjut Ustadz Farouqi menjelaskan, bahwa Rasulullah Muhammad ﷺ dan para Shahabat radhiyallaahu ‘anhum tidak melakukan hal tersebut.
“Saya tidak melarang membaca Yasin, namun saya hanya mengkritisi sebagian kaum muslimin yang hanya menyibukkan diri dengan Yasinan padahal jikalau kita mau lebih kritis dan ilmiyyah, mengkaji hadits-hadits tentang keutamaan surat Yasin berkisar antara hadits-hadits yang dha’if (lemah) dan maudhu’ (palsu) tidak ada yang shahiih yang dapat dijadikan hujjah dalam membenarkan ritual Yasinan.” jelasnya.
Misalnya membaca Yasin saat pindah rumah untuk mengusir syaithan.
