JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Banjar, melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan, berupaya meningkatkan kesadaran para petani tentang pentingnya asuransi usaha tani.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk mengatasi ancaman kegagalan panen yang sering dihadapi petani padi di Kota Banjar.
“Asuransi pertanian sangat bermanfaat bagi petani, sehingga mereka tidak lagi merugi akibat gagal panen. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman petani akan pentingnya asuransi usaha pertanian padi,” ujar Yeti Sukmayati.
Baca Juga:BRI Raih Penghargaan Best Risk Management di CNN Indonesia Awards4 Pesawat Modifikasi Cuaca Dikerahkan untuk Kelancaran Pembangunan Bandara IKN
Menurut dia, jumlah asuransi yang akan diterima petani jika mengalami kegagalan panen bisa mencapai lebih dari 60% dari total kerugian, dengan maksimal uang asuransi sebesar Rp 6 juta. Namun, hal ini hanya berlaku bagi petani yang telah terdaftar sebagai peserta asuransi.
Sekretaris Daerah Kota Banjar, Dr. H. Soni Harison, AP., S.Sos., M.Si., menyatakan bahwa asuransi pertanian sangat penting dan diharapkan dapat dipahami oleh seluruh petani. Asuransi ini dapat memberikan jaminan kepada petani ketika mengalami kegagalan panen.
