JABAR EKSPRES, BANDUNG – PT Jaswita Jabar undur diri dari rencana pengelolaan sejumlah area komersil di kawasan Masjid Al Jabbar. Namun pihaknya tetap bersedia memakmurkan masjid dengan skema lain.
Hal itu diungkapkan Direktur PT Jaswita Wahyu Nugroho, Senin (15/7). “Tidak jadi, kami menarik diri dari pengelolaan Masjid Al Jabbar,” jelasnya.
Dalam kegiatan itu diterakan paket pembayaran Rp 75 ribu untuk anggota grup dan Rp 85 ribu untuk umum. Berkaitan dengan paket itu, Danny dari Jaswita Travel menambahkan bahwa paket itu bukan untuk tiket masuk galeri. “Galerinya gratis, ini untuk tour guide, snack, doodie bag, e-certificate dan kertas mewarnai,” jelasnya.

Baca Juga:DPC Gerindra Kota Banjar Diterpa Isu Tak Sedap, Dewan Penasehat Tekankan Hal IniRespons DPR RI hingga Istana Negara Soal Penembakan Trump
Wacana terkait pengelolaan area komersil Masjid Raya Al Jabbar oleh PT Jaswita itupun mendapat respon dari LPM Cimincrang. LPM yang sejauh ini menaungi aspirasi warga setempat agar bisa terlibat dalam kegiatan usaha di area masjid di Jalan Cimincrang itu.
Ketua LPM Cimincrang Yusuf Irawan mengungkapkan, secara prinsip pihaknya setuju-setuju saja terkait pihak manapun yang bakal mengelola sejumlah area komersil di Kawasan Masjid Raya Al Jabbar. “Baik-baik saja itu (wacana dikelola PT Jaswita.red). Siapapun tidak masalah,” katanya kepada Jabar Ekspres, Kamis (21/12).
