JABAR EKSPRES – Baliho milik tokoh eksponen Forum Peningkatan Status Kotif Banjar, Sulyanati, yang terpasang di Dusun Karangtengah diduga dirusak oleh orang tidak bertanggungjawab.
Terkait aksi perusakan itu, pria yang akan maju dalam Pilkada Banjar tahun 2024 ini menanggapi dengan tenang.
“Saya mencetak baliho sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas demokrasi. Saya juga didorong oleh elemen masyarakat untuk maju dalam Pilkada, sehingga saya merasa memiliki tanggung jawab untuk lebih memperkenalkan diri kepada masyarakat,” kata Sulyanati, Senin (1/7).
Baca Juga:Antrian Calon Penghuni Rusunawa Cimahi Masih Panjang, Pengelola Siapkan AlternatifLawan Judi Online, Pj Bupati KBB Siapkan Sanksi Bagi ASN yang Terlibat
Menurutnya, baliho tersebut menjadi sarana untuk menjelaskan dirinya sebagai bentuk keterbukaan sebagai kandidat kepada masyarakat.
“Saya melihat ini sebagai cermin bahwa ada di antara kita yang belum maju dalam pemikiran politik dan kewarganegaraan. Saya ingin mengingatkan bahwa vandalisme berupa perusakan baliho itu adalah bentuk ‘bullying atau kekerasan politik’. Itu merupakan eksploitasi terhadap hak politik saya, dan tentu saja hak politik masyarakat dalam kerangka Pilkada Banjar tahun ini,” tegasnya.
Sulyanati juga menyatakan bahwa pro dan kontra adalah hal yang biasa. Ia juga terbuka untuk menerima kritik. Ia mengaku sebagai pendengar yang baik dan senang berdialog.
“Jadi, bagi siapapun pelaku pengrusakan baliho saya, ini adalah undangan terbuka, saya ingin mengajak untuk ngopi. Saya ingin menjalin silaturahim. Saya peduli padanya,” kata Sulyanati.
Relawan Sahabat Sulya, Syaeful Akbar, menekankan bahwa situasi politik Pilkada serentak 2024, khususnya di Kota Banjar, yang telah memasuki tahapan tertentu harus dicermati bersama.
Sebagai pesta demokrasi, pemilih dan masyarakat harus diberikan pemahaman tentang esensi berdemokrasi, terutama dalam menyikapi perbedaan.
“Aksi-aksi perusakan spanduk atau baliho, sebagai salah satu alat media sosialisasi yang menimpa Sulyanati di beberapa tempat, seperti di Karang Tengah Desa Balokang dan di tempat lain, merupakan tindakan yang tidak pantas,” ujarnya.
Baca Juga:Sidang Praperadilan Pegi Setiawan, Kuasa Hukum Sebut Polisi Error In PersonaUmuh Muchtar Bicara Komposisi Pemain Persib Musim Depan, Tegaskan Manajemen Ikuti Kata Pelatih
Terlepas dari siapa pelakunya dan apa motifnya, hal ini dapat menimpa kandidat calon siapapun. “Relawan Sahabat Sulya menyerukan kepada semua kandidat untuk membawa moralitas dan etika dalam berpolitik dalam menghadapi perbedaan,” tambahnya.
