Akses Jalan Simpang Parakanmuncang Sumedang Lumpuh Total Akibat Truk Tronton Terguling, Jalur Minim PJU dan Rambu Lalu Lintas

Truk tronton yang terguling hingga menutupi ruas Jalan Simpang Parakanmuncang, tepatnya di wilayah Desa Haurngombong, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang. (Yanuar/Jabar Ekspres)
Truk tronton yang terguling hingga menutupi ruas Jalan Simpang Parakanmuncang, tepatnya di wilayah Desa Haurngombong, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang. (Yanuar/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Peristiwa kecelakaan lalu lintas (laka lantas) tunggal yang terjadi di ruas Jalan Simpang Parakanmuncang, wilayah Desa Haurngombong, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang akibatkan akses lumpuh total.

Pasalnya, truk tronton yang terguling tersebut, tumbang hingga memakan seluruh ruas Jalan Simpang Parakanmuncang sekira pukul 20.15 WIB pada Senin, 24 Juni 2024.

Menurut seorang warga Desa Haurngombong, Asep Somantri (45) mengatakan, dugaan truk tronton terguling akibat tidak kuat menanjak karena pengemudi diduga belum menguasai medan.

Baca Juga:Peringati Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-382 Tahun, Coklat Kita Kembali Helat Napak Jagat Pasundan Lewat Tajuk Guyub Milaku SauyunanTruk Tronton Terguling di Jalan Simpang Parakanmuncang Sumedang, Akses Tak Bisa Dilintasi

“Kalau kelihatan seperti enteng, padahal tanjakannya lumayan berat. Jadi biasanya yang sering telat oper gigi atau kurang kuat nanjak, itu supir baru lewat sini, kalau sering lewat lancar-lancar aja, biasanya yak,” katanya kepada Jabar Ekspres di lokasi.

Asep mengungkapkan, di ruas Jalan Simpang Parakanmuncang, tepatnya pada tanjakan setelah Kantor Desa Haurngombong, kerap terjadi laka lantas.

“Keebtulan sering terjadi kecelakaan, terutama untuk mobil-mobil berat,” ungkapnya.

Melalui pantauan Jabar Ekspres di lokasi, ruas Jalan Simpang Parakanmuncang selain trayeknya menanjak, terlihat kondisi akses kendaraan cukup gelap karena minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU).

Adapun dari informasi yang berhasil dihimpun, status Jalan Simpang Parakanmuncang merupakan Jalur Provinsi Jawa Barat.

Asep menjelaskan, minimnya PJU dinilai cukup mempengaruhi kondisi pengendara ketika berkendara, terutama bagi yang belum mengetahui trayek Jalan Simpang Parakanmuncang.

“Nah ini kami minta kepada pemerintah, karena untuk PJU di sini kurang. Ada satu depan Puskesmas Haurngombong, tapi di atas mati sampai panjang ke depan gelap,” jelasnya.

Selain minim PJU, Asep menyampaikan, karena Jalan Simpang Parakanmuncang belum lama ini baru diperbaiki, maka penambahan marka jalan.

Baca Juga:Raperda Pertanggungjawaban APBD 2023 Bergulir di DPRD, Bey Laporkan Pendapatan Daerah Tidak Capai TargetPemdes Cileunyi Wetan Bandung Targetkan Seluruh RW Lakukan Pengolahan Sampah Mandiri

“Cat marka jalan perlu segera dibuat, supaya terlihat juga oleh pengendara ketika malam,” bebernya.

“Kemudian rambu-rambu juga mash kurang, padahal di sini kawasan pendidikan,” pungkas Asep. (Bas)

0 Komentar