Pentingnya pelayanan darurat yang berkualitas disoroti olehnya. Dicky menekankan, meskipun fasilitas dan aksesibilitasnya tersedia bagi masyarakat, kualitas layanan harus menjadi fokus utama.
“Saya tidak mau kita hanya launching tapi tiba-tiba sistemnya down atau tidak terlayani,” tegasnya.
Melalui Forum Group Discussion, uji coba dilakukan sehingga ketika launching maka masyarakat sudah benar-benar tahu dan pihaknya sudah siap melayani masyarakat.
Baca Juga:Rudy Susmanto Ajak Warga Bogor Doakan Timnas Indonesia Menang Hadapi FilipinaDesak 4 Tuntutan, Pembahasan RUU Bahasa Daerah Harus Dilanjutkan
“Jadi FGD ini hal yang saya ingin semua bisa memanfaatkan. Dan itu harus 24 jam karena tidak mengenal waktu,” paparnya.
Terkait dengan layanan 112, Dicky menerangkan pelayanan tersebut bebas pulsa atau gratis. Namun perlu diketahui oleh masyarakat, call center itu khusus di wilayah Kota Cimahi yang nantinya akan terhubung langsung pada OPD terkait.
“112 ini bebas pulsa tapi hanya di Cimahi, karena kalau larinya ke Bandung nanti 112 nya nyambungnya ke Bandung,” jelasnya.
Dicky tengah merancang 1001 peta, yang dimana peta tersebut merupakan tracking agar pelayanan publik melalui 112 dapat terlihat jelas dengan baik.
“Nanti kedepannya mereka yang membutuhkan pelayanan, misalnya pelayanan pemadam kebakaran atau ambulance itu bisa di tracking,” ucapnya.
Ia menganalogikan, tracking dari peta 1001 tersebut seperti pemesanan gofood. Masyarakat yang melakukan pelayanan dafat melihat tracking dengan jelas.
” Yang penting masyarakat mudah-mudahan terlayani dengan baik,” tutupnya. (Mong)
