JABAR EKSPRES – Indonesia dikenal akan rempah-rempahnya yang begitu melimpah. Salah satu rempah yang tumbuh subur di tanah air adalah andaliman atau bernama latin zanthoxylum acanthopodium yang merupakan rempah khas Danau Toba, Sumatera Utara.
Rempah yang memiliki rasa pedas, getir, panas, mentol, dan aroma harum seperti bau jeruk ini dapat diolah menjadi bumbu masak serta dapat pula dibuat keripik, bandrek, dan berbagai makanan-minuman lainnya.
Sirait sendiri memulai usaha andaliman pada 2017 dengan nama UMKM CV Andaliman Mangintir dengan membudidayakan dan menjual rempah andaliman, baik yang masih segar maupun dalam kesaman, serta produk-produk turunannya ke dalam dan luar negeri.
Baca Juga:Visi Indonesia Emas 2045, Suharso Dorong Pemuda Tingkatkan Ekonomi BerkelanjutanMendagri: Siap Kaji Dugaan Ketidaklayakan Penjabat Kepala Daerah
“Saat stok Andaliman sedang normal, eceran Andaliman memiliki harga paling murah Rp15.000 per kilogram. Namun, ketika stok sedang sedikit, harga Andaliman bisa mencapai Rp250.000 sampai Rp300.000 per kilogram,” ujarnya. Ia pun dapat meraup omzetnya sekitar Rp20 juta tiap bulannya.
“Saat pandemi Covid 19, tidak ada pasar sama sekali sementara tanaman kami lagi panen raya, jadinya banyak Andaliman yang mati. Itulah masa anjloknya Andaliman dan kelompok tani Andaliman,” terangnya.
