JABAR EKSPRES – National Security Agency (NSA) memberikan saran penting kepada para pengguna smartphone, baik hp Android maupun iPhone, untuk sering melakukan restart pada perangkat mereka.
Salah satu ancaman yang dapat dicegah adalah eksploitasi zero-click, di mana penjahat siber dapat mengakses ponsel tanpa interaksi pengguna untuk mengumpulkan data atau menguping komunikasi.
Selain itu, restart juga dapat membantu mencegah serangan spear-phishing, di mana penyerang berusaha menginstal malware atau spyware tambahan di perangkat korban.
Baca Juga:Viral Security Pukul Anjing Penjaga di Mal Plaza Indonesia, Manajemen Minta MaafRamai Selebgram Indonesia Ditangkap di Arab Saudi, Diduga Jual Visa Haji Ilegal
Meski demikian, NSA menekankan bahwa restart hanya bisa mencegah agar serangan ini tidak berhasil dan bukan solusi total untuk menghilangkan ancaman yang lebih canggih.
2. Mengatasi Ancaman Siber yang Semakin Kompleks
NSA mengungkapkan bahwa ancaman terhadap perangkat seluler semakin umum, serta meningkat dalam cakupan dan kompleksitasnya.
Namun, metode restart bukanlah obat mujarab yang dapat menyelesaikan semua masalah keamanan siber.
Serangan malware dan spyware yang lebih canggih sering kali diprogram untuk aktif kembali setelah perangkat di-restart.
3. Manfaat Lain dari Restart Rutin
Selain aspek keamanan, sering me-restart ponsel juga memberikan keuntungan lain yang tidak kalah pentingnya
. Misalnya, restart dapat meningkatkan performa ponsel yang mulai melambat.
Proses ini memaksa update software yang tertunda, menutup aplikasi yang berjalan di background, dan mengosongkan memori.
Beberapa vendor ponsel Android, seperti Samsung dan OnePlus, sudah menyediakan pengaturan untuk me-restart perangkat secara otomatis sesuai jadwal yang ditentukan.
