JABAR EKSPRES – Penerapan aturan pembelian gas LPG 3 kilogram oleh pemerintah dikeluhkan sejumlah kalangan masyarakat di Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Tidak sedikit dari mereka mengaku selain minim sosialisasi, aturan itupun dinilai menyulitkan masyarakat yang hendak membeli gas LPG 3 kilogram.
Sebelumnya, PT Pertamina melalui anak usahanya, PT Pertamina Patra Niaga mengumumkan pembelian LPG 3 kilohram wajib menyertakan KTP mulai per 1 Juni 2024. Langkah itu bertujuan agar penyaluran LPG subsidi tepat sasaran.
Baca Juga:Jelang Idul Adha, Dispangtan Cimahi Ungkap Ciri Hewan Kurban SehatLangkahi Aturan, Mie Gacoan Bondongan Bogor Nekat Beroperasi
“Padalarang beli gas belum mewajibkan pakai KTP,” ungkap Elis (29) warga Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Bandung Barat, Selasa (4/6/2024).
Elis mengatakan, meski dirinya sudah mengetahui informasi itu. Namun, sosialisasi resmi dari pemerintah terkait aturan pembelian gas LPG 3 kilogram menggunakan KTP pun belum ada.
Ia menilai sistem pembelian tersebut membuatnya harus terus menerus mengeluarkan KTP dikala membeli gas LPG 3 kilogram.
“Beli gas disini cukup jauh, kalau lupa bawa KTP kan harus balik lagi ke rumah. Jadi agak menyulitkan,” ujar Tati.
Hal senada pun dikatakan oleh salah satu agen LPG di Padalarang. Kebijakan ini banyak dikeluhkan para agen, pasalnya dinilai sangat merepotkan.
“Kita harus memeriksa KTP pembeli setiap kali transaksi. Kalau belum terdaftar, kita daftarkan dulu, ini kan lumayan memakan waktu,” kata seorang agen LPG di Padalarang yang kerap disapa Kitew.
Aturan pembelian gas menggunakan KTP sudah diberlakukan, namun hingga saat ini tidak semua pembeli mau menunjukan identitas diri milik mereka. Menurutnya kondisi ini akan sangat merepotkan, terlebih jika ada pelanggan yang memaksa ingin beli namun tidak mau menunjukkan KTP mereka.
Baca Juga:Ayah dan Ibu Pegi Setiawan Tiba di Polda Jabar, Kuasa Hukum: Alhamdulillah Dapat Izin MenjengukJelang Idul Adha Pedagang Sapi di Cileunyi Ngeluh Sepi Pembeli, Diduga Karena Ini
“Bingung kalau mereka engga mau memberikan KTP-nya. Kami engga bisa maksa mereka, jadi kita biarkan mereka untuk membeli gasnya tanpa identitas. Kita engga mau sampai ribu sama pelanggan,” bebernya. (Wit)
