JABAR EKSPRES – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan masa tanggap darurat akibat bencana erupsi Gunung Ibu di Halmahera Barat dan Maluku Utara diperpanjang sampai 14 hari ke depan.
‘’Perlu disampaikan, untuk penanganan erupsi Gunung Ibu, maka tanggap darurat dari Pemkab Halbar melalui Bupati James Uang sudah menetapkan 14 hari,’’ kata Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto saat meninjau lokasi pengungsi para korban bencana erupsi Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Kamis (30/5).
Maka, warga telah diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pada radius 4 kilometer dari arah utara pembukaan kawah.
Baca Juga:Gunung Marapi Kembali Erupsi, Keluarkan Abu Setinggi 2 KmPemprov Jabar Terima Kunjungan Delegasi CMC 2024, Beberkan Tantangan dan Masalah Kebencanaan
Kepala BNPB ini mengakui bahwa kunjungannya ini diutus langsung oleh Presiden Joko Widodo untuk melihat kondisi pengungsi warga Kabupaten Halmahera Barat.
Sebelumnya, menurut BNPB sebanyak 2.011 jumlah warga Halmahera yang berhasil dievakuasi agar terhindar dari bahaya erupsi Gunung Ibu.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (29/5) mengatakan ribuan warga tersebut dievakuasi secara maraton sejak berapa hari yang lalu oleh petugas SAR gabungan ke posko pengungsian yang tersebar di beberapa lokasi yang jauh lebih aman.
