“Pemimpin yang ideal harus bisa menjadi penjaga persatuan dan keharmonisan di tengah masyarakat yang majemuk,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, KH. Natsir Ghozali berharap agar siapa pun pemimpin yang terpilih nanti memberikan perhatian lebih pada pendidikan agama.
“Pendidikan agama adalah fondasi utama, dan kami berharap ada pemimpin yang benar-benar peduli pada pengembangan pendidikan ini,” ujar Natsir.
Baca Juga:Sukseskan Pilwalkot Bandung 2024, Golkar, Gerindra, dan PSI BerkoalisiSiap Tindak Tegas, BBMC Ultimatum soal Penggunaan Logo Tengkorak oleh Pihak Lain
Acara Halaqoh Kepemimpinan Ulama bersama Rakyat ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mencari dan membentuk sosok pemimpin yang mampu membawa Kota Banjar ke arah yang lebih baik.
“Kami berharap dari diskusi ini lahir pemimpin yang dapat membawa perubahan positif dan menjadi panutan bagi masyarakat,” kata Natsir.
Ia menerangkan Halaqoh ini merupakan bukti nyata bahwa tokoh-tokoh ulama dan organisasi Islam di Kota Banjar sangat peduli dengan masa depan kepemimpinan di daerahnya.
“Diskusi dan masukan yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi acuan bagi para calon pemimpin dalam menjalankan amanah mereka kelak,” katanya. (CEP)
