JABAR EKSPRES – Alergi pada makanan ada yang sudah disadari sejak kecil, namun ada yang baru diketahui saat dewasa. Hal ini bisa jadi karena respon tubuh yang berbeda atau karena sebelumnya belum pernah mencoba makanan tersebut. Ada beberapa tanda dari alergi makanan yang bisa menajdi gejalanya.
Alergi makanan bisa terjadi saat tubuh memberikan respons berlebihan dari sistem kekebalan tubuh, terhadap protein tertentu dalam makanan.
Reaksi dari alergi ini bervariasi, mulai dari ringan bahkan bisa jadi berpotensi mematikan. Untuk mencegahnya perlu mengetahui terlebih dahulu yang menjadi penyebabnya.
Baca Juga:Lirik Ost Lovely Runner – Sudden Shower, Lengkap dengan Terjemahannya7 Link Informasi PPDB Kota Bandung yang Mudah Diakses Masyarakat Lewat HP, Ada IG, Youtube Hingga Nomer WA
Sayangnya, Penyebab pasti alergi makanan belum sepenuhnya dipahami, tetapi faktor genetik dan lingkungan memainkan peran penting dalam pengembangannya.
Berikut 3 Penyebab Alergi Makanan yang banyak terjadi.
1. Genetik
Riwayat keluarga dengan riwayat alergi meningkatkan risiko seseorang mengembangkan alergi makanan.
2. Faktor Lingkungan
Paparan terhadap alergen pada usia dini atau lingkungan yang terlalu bersih dapat meningkatkan risiko alergi.
3. Jenis Makanan
Beberapa makanan lebih cenderung menyebabkan alergi daripada yang lain, seperti kacang-kacangan, telur, susu, dan seafood.
Saat seseorang mengalami alergi makanan, maka tubuhnya akan menunjukkan bebeberapa gejala, diantara tanda alergi makanan, diantaranya :
1. Kulit: Ruam, gatal, dan bengkak.
2. Saluran Pencernaan: Mual, muntah, diare, dan sakit perut.
3. Saluran Napas: Bersin, hidung tersumbat, batuk, dan sesak napas.
4. Anafilaksis: Reaksi serius yang mempengaruhi beberapa bagian tubuh sekaligus, dapat mengancam jiwa.
Akibat dari Alergi Makanan
1. Gangguan Kualitas Hidup: Alergi makanan dapat membatasi pilihan makanan seseorang dan membuatnya sulit untuk bersosialisasi dalam situasi yang melibatkan makanan.
2. Anafilaksis: Reaksi alergi yang parah dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan cepat.
3. Stres Emosional: Mengelola alergi makanan secara konstan dapat menimbulkan stres dan kecemasan.
4. Biaya Tambahan: Makanan khusus atau pengobatan tambahan untuk mengelola alergi makanan dapat menambah biaya hidup.
Baca Juga:Keistimewaan Mandi Jumat, Salah Satunya Menjadi Amalan yang Akan Mendapatkan Ampunan DosaLIRIK lagu Magic Hour – JKT48, Langsung Trending Youtube Setelah Dirilis
Penanganan Alergi Makanan
1. Menghindari Alergen: Identifikasi dan hindari makanan yang memicu alergi.
