Contoh Khutbah Jumat Tentang Pola Hidup Positif Pasca Ramadhan

Contoh Khutbah Jumat Tentang Pola Hidup Positif Pasca Ramadhan
Ilustrasi Pola Hidup Positif Pasca Ramadhan (Foto: freepik.com)
0 Komentar

JABAR EKSPRESKhutbah Jumat berasal dari bahasa Arab “Khotbah” yang artinya pidato atau ceramah yang berisi tentang keagamaan.

Menyatukan Jamaah, memberikan pelajaran serta motivasi dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dan juga mengingatkan kaum muslim mengenai ajaran Islam, baik perintah maupun larangan-Nya.

Melansir dari islam.nu.or.id berikut contoh teks khutbah jumat tentang “Pola Hidup Positif Pasca Ramadhan”

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Baca Juga:5 Rekomendasi Gunung di Jawa Tengah Idola Para Pendaki!Trending di YouTube! Lirik Lagu ‘Earth, Wind & Fire’ – BOYNEXTDOOR dan Terjemahannya

Innalhamdalillah Nahmaduhu Wanastainuhu Wanastagfiruhu Wanauzubillahi Minsuururi Anfusina Waminsayyiati a’malina mayadillahu falaamudillalah wamayudilluhu falahadialah. Asyhadualla ilaaha illallah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuu wa rosuuluh.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kita kepada Tuhan yang Maha Esa Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat yang banyak sehingga kita semua dapat berkumpul di hari Jumat ini.

Sholawat serta salam mari kita curahkan kepada junjungan kita semua, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam yang telah membawa kita semua dari zaman Jahilliah menuju zaman yang bisa seperti ini.

Pada kesempatan ini, kita akan berbicara tentang “Pola Hidup Positif Pasca Ramadhan”

Meskipun bulan suci Ramadhan telah berlalu, sebaiknya kita melanjutkan pola hidup positif kita di bulan Ramadhan kemarin. Langkah pertama yang dapat kita lakukan untuk menyambung kegiatan positif di bulan Syawal ini adalah dengan berpuasa sunnah Syawal.

Puasa Syawal disunnahkan bagi kita, terlebih apabila dilaksanakan pasca lebaran 6 hari berturut-turut tanpa terputus sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَأَتْبَعَهُ سِتَّاً مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Artinya: “Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan enam hari dari Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun.” (HR Muslim)

Baca Juga:Arus Balik Pakai Kendaraan Listrik Tidak Perlu Ragu, Petugas Siap MembantuKarya Lele Leila, Cek Jadwal Film Badarawuhi di Desa Penari Hari Ini di Bandung!

Meskipun puasa Syawal lebih utama dilaksanakan langsung pasca-Idul Fitri selama enam hari berturut-turut, akan tetapi bagi kita yang belum melaksanakannya hingga saat ini, tetap disunnahkan untuk melakukan puasa Syawal.

0 Komentar