JABAR EKSPRES – Sejarah mudik sering diidentifikasi sebagai tradisi pulang ke kampung halaman, dan hal ini menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Indonesia menjelang perayaan Idul Fitri.
Dengan awalan ‘m’, kata tersebut menjadi ‘mudik’, yang merujuk pada ‘pulang kampung’.
Mudik menjelang Lebaran adalah momen penting untuk bersama keluarga di kampung halaman dalam perayaan Idul Fitri.
Baca Juga:Hati-Hati! Penipuan Lewat Whatsapp Sering Muncul Jelang Lebaran, Ketahui Ciri-CirinyaViral Dokter Wanita Tewas Kecelakaan Usai Dituduh Jadi Maling
Sejarah Tradisi Mudik Lebaran
Sejak zaman Kerajaan Majapahit, tradisi mudik telah ada. Para petani yang merantau akan pulang kampung untuk berkumpul bersama keluarga dan membersihkan makam leluhur, memohon keselamatan dan rezeki.
Meskipun awalnya tidak terkait dengan Idul Fitri, sekitar tahun 1970-an, istilah ‘mudik’ mulai diasosiasikan dengan perayaan tersebut.
Perantau di kota-kota besar, seperti Jakarta, memanfaatkan cuti panjang untuk pulang ke kampung halaman.
Mudik bukan hanya sekadar pulang ke kampung halaman, tetapi juga bentuk penghormatan kepada orang tua dan keluarga besar.
Ini juga menjadi ungkapan syukur atas kesehatan dan keselamatan yang diberikan.
Mudik merupakan ciri khas Indonesia menjelang Idul Fitri, jarang ditemui di negara-negara Muslim lainnya.
Ini menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya dan tradisi masyarakat Indonesia menjelang perayaan Lebaran.
